Pasta mustard terbuat dari biji mustard. Selain digunakan dalam bentuk utuh, biji mustard juga dimemarkan atau digiling halus. Kemudian dicampur dengan bahan-bahan lain seperti air, garam, sari lemon, dan mayones. Kadang-kadang juga ditambahkan rempah dan minuman beralkohol. Mustard adalah salah satu condiment yang paling banyak digunakan di hampir semua negara.
Ada banyak sekali varian mustard, di antaranya minyak mustard serta pasta yang berwarna kuning cerah hingga cokelat tua. Rasanya pun mulai dari yang tidak terlalu tajam hingga yang sangat pedas, sampai-sampai hidung dan tenggorokan terasa panas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara tradisional, mustard banyak dikenal sebagai afrodisiak. Orang Yunani adalah orang pertama yang mendokumentasikan manfaat mustard dalam meningkatkan peredaran darah. Karenaya dapat merangsang kelenjar seks.
Di Cina, biji mustard diyakini sebagai afrodisiak karena dapat menyebabkan rasa panas di mulut dan di tubuh. Sejarah Eropa juga mengungkap bahwa para biarawan dilarang mengonsumsi mustard karena dapat membuatnya tergoda dan jatuh ke lembah dosa, tulis website Eat Something Sexy.
Dr. Max Lake, peneliti dari Australia, menyebutkan bahwa mustard menyebabkan 'maximal stimulation of the pain fraction of taste'. Keseimbangan antara citarasa yang menusuk dan kenikmatan membuat orang yang mengonsumsinya merasakan foodgasm (puncak kepuasan karena makanan). Rasanya yang kuat dan pedas mampu meningkatkan adrenalin.
Menurut USDA National Nutrient Database, per 1 sendok teh mustard mengandung 5 kkal kalori. Biji mustard kaya akan selenium, magnesium, dan asam lemak omega 3. Ketiga kandungan ini berguna untuk menjaga kesehatan seksual. Mustard juga merupakan sumber mangan, zinc, dan serat.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN