Saat ini pemerintah Amerika sedang merilis standar gizi baru untuk makanan sekolah. Pemerintah melakukan perubahan secara drastis dengan memotong natrium, membatasi kalori dan menawarkan berbagai menu sayuran dan buah. Perubahan ini akan meningkatkan standar gizi untuk makanan di sekolah.
βKetika kami mengirim anak-anak kami kesekolah, kami berharap bahwa mereka tidak akan makan lemak, asin, dan manis yang biasa dimakan di rumah,β ujar Michelle Obama dalam sebuah pernyataannya dan pengumuman standar baru bersama Menteri Pertanian Amerika, Tom Vilsack.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan ini dirancang untuk meningkatkan kesehatan 32 juta anak yang makan siang disekolah setiap hari dan hampir 11 juta anak makan sarapan. Secara keseluruhan anak-anak mengkonsumsi sekitar 30 % hingga 50% kalori saat disekolah. Standar baru menu makan siang akan mulai pada tahun ajaran berikutnya, menyediakan menu sarapan akan bertahap dilakukan.
Margo Wootan dari Center for Science in the Public Interest mengatakan, 'Perubahan ini merupakan pertama kali pembatasan konsumsi sodium atau garam, lemak trans dan kalori. Selain tiu juga membatasi makanan bertepung seperti pizza.β
Pemerintah Amerika akan memberikan tambahan makan siang untuk memenuhi standar. USDA memperkirakan akan terjadi peningkatan produksi makanan untuk memenuhi standar pemerintah, dengan biaya $ 3,2 miliar atau sebanyak Rp. 2,88 triliun selama lima tahun.
Banyak sekolah di Amerika yang sudah melakukan perubahan menu standar. βIni semua bertujuan untuk menuju ke arah yang lebih baik, dan standar gizi nasional akan memastikan bahwa setiap siswa bisa mendapatkan menu makanan sehat di kantin sekolah,β ungkap Diane Pratt dari School Nutrition Association.
Vilsack juga mengatakan, USDA telah membuat standar makanan yang rendah lemak, gula dan natrium. Beberapa menu juga diganti cara mengolahnya. Misalnya, menu kentang goreng diganti dengan kentang panggang atau bakar.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN