Penelitian yang dilakukan dalam rangka proyek Nutrimenthe di University of Granada yang dipimpin oleh profesor Cristina Campoy Folgoso, menyatakan bahwa ibu hamil yang sering makan ikan bayinya akan cerdas. Selain itu bagi ibu hamil yang makan minyak ikan akan mendapat komponen utama pembentuk membran sel otak. Karena minyak ikan juga mengandung asam lemak Omega-3 dan DHA.
Docosahexaenoic (DHA) diketahui dapat berdampak baik untuk perkembangan otak dan mata pada janin atau bayi yang diberikan ASI. Penelitian ini difokuskan untuk menambah asupan ikan pada ibu hamil agar cukup mendapatkan asam lemak Omega-3 dan Omega-6.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efek dari asupan ikan pada ibu hamil terhadap perkembangan otak janin. Karena ikan mengandung asam lemak Omega-3 dan Omega-6. Hal itu dilakukan untuk menentukan genotipe yang mempengaruhi rantai panjang asam lemak pada janin.
Dr Pauline Emmett dari University of Bristol, bersama Dr Eva Lattka dari Helmholtz Zentrum Munchen, German Research Center for Environmental Health dan tim penelitian lainnya, telah menentukan bagaimana pengaruh konsumsi ikan terhadap konsentrasi asam lemak pada wanita selama kehamilan.
Menurut para peneliti, konsentrasi asam lemak pada tali pusat bayi tergantung pada genotipe sang ibu atau keturunannya. Dengan demikian, genotipe ibu sangat berkaitan dengan komposisi Omega-6 yang didapatkan sang bayi. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa, DHA yang berasal dari Omega-3 yang didapatkan sang bayi tergantung dari keturunan dan genotipe sang ibu.
Namun, pada penelitian sebelumnya, tim peneliti dapat membuktikan bahwa makan ikan selama kehamilan dikaitkan dengan IQ pada anak usia 8 tahun. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa konsumsi ikan berperan penting dan membantu kecerdasan otak.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN