James Fieldsend (15) punya indeks massa tubuh (BMI) 14, padahal angka idealnya adalah 18.5. Kedua orang tuanya menduga James menderita anoreksia karena pelajaran kesehatan yang ia terima di sekolah.
Orang tua James bercerita kepada Daily Mail tentang awal mula sang anak menderita gangguan makan. James mendapat pelajaran tentang makanan sehat di sekolah dari umur 7 tahun. Sejak saat itu, ia mulai memilih-milih makanan. Bahkan, ia sering pula melewatkan makan, padahal sebelumnya ia makan dengan seimbang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
James hanya makan daging babi tanpa lemak, apel, dan sereal. Saat ditawari snack keripik, ia menolak dan bilang bahwa keripik itu tidak baik untuk kesehatan. βKami pikir tindakan selektifnya terhadap makanan cuma sementara. Namun pada umur 11 atau 12 tahun, kami menyadari bahwa ada yang tidak beres,β kata ibu James.
Pada Oktober 2010, berat badan James anjlok sampai 28.5 kg. Orangtuanya khawatir dan membawa James ke dokter. Saat itulah ia didiagnosis menderita anoreksia dan harus merubah kebiasaan makannya jika tidak mau dirawat di rumah sakit.
Remaja yang tinggal di East Yorkshire, Inggris ini juga menderita komplikasi penyakit akibat penurunan berat badan yang terlalu ekstrim, di antaranya sakit persendian, anemia, dan jantung berdebar.
Dokter menyuruh James untuk menambah berat badannya sebanyak 0.5 kg dalam 2 minggu dan mewanti-wantinya akan dampak kesehatan yang timbul jika ia tidak mau berubah. Setelah menambah asupan makanan, berat badan James naik menjadi 36 kg dengan BMI 15.8.
James yang bertinggi badan 155 cm ini ngotot bahwa ia hanya tidak tertarik pada makanan dan ia merasa normal.
Menurut orang tuanya, James adalah anak yang kurang bersosialisasi secara langsung. βJames tidak pernah bertemu dengan temannya di luar sekolah kecuali lewat dunia maya,β kata ayah James.
Kedua orang tua James masih khawatir berat badan putra mereka merosot lagi. Kini mereka mengikuti kursus bernama Walking On Eggshells untuk lebih memahami tentang gangguan makan. Mereka didukung oleh organisasi Support and Empathy for people with Eating Disorders (SEED).
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN