Aturan Baru di Inggris Wajibkan Menu Sehat di Sekolah

Aturan Baru di Inggris Wajibkan Menu Sehat di Sekolah

- detikFood
Selasa, 17 Jan 2012 06:45 WIB
Foto: Alamy/Daily Mail
Jakarta - Kebiasaan makan sehat sebaiknya diterapkan sejak kecil. Selain rumah, sekolah juga memegang peran penting dalam menyajikan makanan yang bergizi. Kepedulian ini mendorong dibuatnya rekomendasi makanan sehat untuk anak.

Aturan ini lahir dari kekhawatiran terhadap buruknya gizi makanan yang disediakan oleh sekolah swasta. Seperti yang dilansir dari Daily Mail, beberapa sekolah di Inggris bahkan hanya mengeluarkan biaya 25p per makanan.

Penelitian menunjukkan bahwa hanya sepertiga orangtua yang puas dengan makanan di sekolah anak. Satu dari enam orang merasa standar makanan sekolah buruk. Anak-anak diberi junk food dan makanan manis tapi kurang buah dan sayur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di beberapa kasus, anak-anak mendapat makanan yang terlalu banyak mengandung garam dan gula. Sementara di kasus lain, mereka mendapat porsi layaknya orang dewasa. β€œAnak-anak hanya mengonsumsi sedikit makanan berenergi, mengandung karbohidrat dan mineral penting seperti zat besi dan zinc,” kata perwakilan School Food Trust, lembaga penasihat spesialis makanan anak.

School Food Trust melaporkan bahwa 1 dari 5 anak di Inggris mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada umur 5 tahun. Diabetes tipe 2 juga mulai menyerang anak-anak, sementara kesehatan gigi mereka menurun.

Lembaga ini mengembangkan serangkaian rekomendasi menu yang dapat membantu staf sekolah menyiapkan makanan sehat dan seimbang bagi anak. Misalnya, untuk sarapan, tidak boleh ada sereal bersalut gula. Untuk makan siang, menu yang disarankan adalah lasagna dan kari kambing dengan beras merah.

Pada jam minum teh, School Food Trust merekomendasikan risotto ayam atau tofu atau pasta sarden dan rempah. Soda digantikan oleh sari apel atau jeruk, susu, atau air putih. Untuk snack, peran cokelat batangan dan keripik diambil alih oleh oatcake serta stik mentimun dan seledri.

Panduan makan ini didukung oleh pemerintah. Menurut anggota parlemen Inggris, Sarah Teather, sekolah memegang peranan vital dalam mengembangkan kebiasaan makan yang baik pada anak-anak. β€œNamun, banyak sekolah yang kekurangan ahli yang mengerti makanan apa yang sebaiknya disajikan,” kata Sarah.

Menurut School Food Trust, panduan makan ini tidak berlaku kaku. Lembaga ini sedang merintis pelatihan dengan 5 lembaga pemerintah lokal. β€œTahun depan, area kerjasama akan diperluas ke daerah lain,” tutur Patricia Mucavele, ahli gizi dari School Food Trust.

Selain didukung pemerintah, rencana ini juga disponsori oleh National Day Nurseries Association, National Child-minding Association, dan Pre-School Learning Alliance.



(Odi/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads