Aturan ini lahir dari kekhawatiran terhadap buruknya gizi makanan yang disediakan oleh sekolah swasta. Seperti yang dilansir dari Daily Mail, beberapa sekolah di Inggris bahkan hanya mengeluarkan biaya 25p per makanan.
Penelitian menunjukkan bahwa hanya sepertiga orangtua yang puas dengan makanan di sekolah anak. Satu dari enam orang merasa standar makanan sekolah buruk. Anak-anak diberi junk food dan makanan manis tapi kurang buah dan sayur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
School Food Trust melaporkan bahwa 1 dari 5 anak di Inggris mengalami kelebihan berat badan atau obesitas pada umur 5 tahun. Diabetes tipe 2 juga mulai menyerang anak-anak, sementara kesehatan gigi mereka menurun.
Lembaga ini mengembangkan serangkaian rekomendasi menu yang dapat membantu staf sekolah menyiapkan makanan sehat dan seimbang bagi anak. Misalnya, untuk sarapan, tidak boleh ada sereal bersalut gula. Untuk makan siang, menu yang disarankan adalah lasagna dan kari kambing dengan beras merah.
Pada jam minum teh, School Food Trust merekomendasikan risotto ayam atau tofu atau pasta sarden dan rempah. Soda digantikan oleh sari apel atau jeruk, susu, atau air putih. Untuk snack, peran cokelat batangan dan keripik diambil alih oleh oatcake serta stik mentimun dan seledri.
Panduan makan ini didukung oleh pemerintah. Menurut anggota parlemen Inggris, Sarah Teather, sekolah memegang peranan vital dalam mengembangkan kebiasaan makan yang baik pada anak-anak. βNamun, banyak sekolah yang kekurangan ahli yang mengerti makanan apa yang sebaiknya disajikan,β kata Sarah.
Menurut School Food Trust, panduan makan ini tidak berlaku kaku. Lembaga ini sedang merintis pelatihan dengan 5 lembaga pemerintah lokal. βTahun depan, area kerjasama akan diperluas ke daerah lain,β tutur Patricia Mucavele, ahli gizi dari School Food Trust.
Selain didukung pemerintah, rencana ini juga disponsori oleh National Day Nurseries Association, National Child-minding Association, dan Pre-School Learning Alliance.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN