Lebih Sehat Belanja di Pasar Tradisional

Lebih Sehat Belanja di Pasar Tradisional

- detikFood
Senin, 09 Jan 2012 07:41 WIB
Foto: cam111.com
Jakarta - Tinggal di kota besar membuat kita tergantung pada pusat perbelanjaan modern. Termasuk untuk membeli sayur dan buah. Selain tempatnya lebih nyaman, sayur dan buah di supermarket dianggap lebih segar dibanding di pasar. Betulkah?

Kita patut bersyukur bahwa Indonesia adalah negara bertanah subur sehingga hasil buminya melimpah ruah. Namun, seringkali orang memilih produk impor di swalayan karena dianggap lebih berkualitas. Selain itu, biasanya di kemasan sayur dan buah impor terdapat informasi nutrisi, tidak seperti produk lokal. Padahal, sehat tidaknya makanan tidak hanya bergantung dari label tersebut.

Menurut Julia Trunzo, pengelola perkebunan organik di New York, tanah tempat tumbuhnya sayur dan buah yang kita makan mempengaruhi kandungan nutrisi. Perkebunan berskala besar biasanya menggunakan pupuk dan pestisida sintetis. Selain itu, satu area tanah biasanya digunakan untuk menanam satu jenis tanaman tertentu terus menerus. Tanah menjadi kehilangan nutrisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

β€œJika tidak dirotasi, dampaknya kurang baik untuk jangka panjang. Setiap tanaman butuh nutrisi yang berbeda dari tanah tempatnya ditanam,” kata Julia, seperti dikutip dari She Knows.

Pasar swalayan banyak menyuplai hasil bumi seperti buah dan sayur dari luar negeri, meski ada pula beberapa barang lokal. Karena harus menempuh jarak jauh, sayur dan buah impor sering dipetik sebelum matang sempurna di pohon agar saat dipajang di swalayan sudah siap dimakan. Seringkali buah dimatangkan dengan cara tidak alami, misalnya menggunakan karbit.

Sayur dan buah ini memang tetap terlihat segar meski sudah berhari-hari berada di etalase, namun nutrisinya berkurang dari hari ke hari setelah dipanen. Berbeda dengan hasil bumi yang dijual di pasar tradisional. Jarak yang ditempuh dari perkebunan sampai swalayan tidak terlalu jauh, sehingga kandungan nutrisinya lebih terjaga.

Harga sayur dan buah lokal kadang lebih mahal daripada produk impor, dan inilah salah satu alasan lagi kenapa orang lebih suka mengonsumsi sayur dan buah asal luar negeri. Cara menyiasatinya, terutama untuk sayur dan buah musiman, belilah saat sedang musim. Biasanya harganya akan lebih murah ketimbang saat sedang tidak musim dan stok sedang sedikit.

Alasan lain membeli produk lokal adalah agar lebih ramah lingkungan, karena sayur dan buah yang diimpor memerlukan transportasi, di mana gas buangan kendaraan adalah satu penyebab terjadinya pemanasan global. Dengan membeli produk lokal, kita juga turut meningkatkan perekonomian petani setempat.

Agar lebih menyenangkan, ajak anak berbelanja di pasar tradisional saat akhir pekan. Beri tahu mereka cara memilih sayur dan buah yang berkualitas baik. Setelah itu, biarkan mereka membantu Anda memasak atau membuat salad.


(Odi/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads