Menurut catatan sejarah sejak 500 tahun sebelum masehi jahe merupakan rempah andalan untuk menjaga kesehatan. Terutama membuat fungsi alat reporduksi pria dan wanita lebih optimal. Prestasi rempah berbentuk rimpang ini banyak dicatat sejarah.
Pengaut ajaran Confusius tidak pernah absen memakan jahe. Aviceena, seorang dokter Arab menyebut jahe sebagai obat perangsang alami.Penulis buku De Materia Medica, Pedanius Dioscrorides, mencatat jahe sebagai perangsang fungsi organ vital pria.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jahe rasanya sedikit pahit, pedas dan panas. Aromanya sangat menyegarkan. Karenanya selain untuk makanan, jahe juga dipakai dalam campuran lilin aroma terapi, body lotion dan rempah perendam atau untuk memijit.
Kandungan nutrisi jahe juga sangat kaya. Mengandung potassium, magnesium, tembaga, mangan dan vitamin B6. Bisa merangsang aliran darah ke seluruh sistem sirkulasi darah. Selain itu juga memberi rasa hangat dan santai pada tubuh.
Pada tahun 2002 University of Ibadan di Nigeria menguji efek jahe. Selama 8 hari tikus percobaan diberi larutan jahe dan diukur kadar testosteronnya. Hasilnya, tikus percobaan mengalami peningkatan kadar testosteron dan kolesterol testosteron. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan gairah seks.
Karenanya secara historis dan klinis jahe menjadi andalan untuk memicu gairah seks. Jahe memberi rasa hangat yang bisa memperlancar aliran darah hingga ke organ vital baik pria dan wanita. Sedangkan aromanya yang wangi, pedas dan tajampun merangsang syaraf otak yang mengendalikan gairah seks.
Kedahsyatan manfaat jahe disebabkan oleh kandungan antiemetic, antithrombotic, antihepatotoxic, anti-inflammatory, stimulant, cholagogue dan antioksidan pada rempah ini. Selain berkhasiat sebagai obat, antioksidan jahe sangat berperan dalam produksi sel sperma dan kualitas sperma.
Jahe bisa dikonsumsi berupa jahe segar, acar jahe atau jahe bubuk. Untuk campuran bumbu masakan, atau dipakai sebagai racikan minuman dengan rempah lainnya.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN