Di saat sempit waktu atau justru saat stress, tiba-tiba terbayang ayam goreng bertepung yang gurih wangi baunya. Belum lagi kulit dan tepungnya renyah garing dan gurih. Mulai sekarang sebaiknya berhati-hatilah makan junk food.
Junk food ternyata bisa memicu depresi, demikian yang dilansir Los Angeles Times bulan lalu. Sebuah studi di Spanyol memantau dan menganalisis diet, gaya hidup dan masalah kesehatan pada 12.059 orang berusia 6 tahun ke atas. Hasilnya, ditemukan bahwa mereka yang makan junk food termsuk juga aneka kue dan pastry, tingkat depersinya naik 48%, dibandingkan dengan mereka yang tidak makan junk food.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan, menurut universitas-universitas Navarra dan Las Palmas de Gran Canaria, di setiap negara yang penduduknya gemar makan dengan asupan lemak trans tinggi, seperti Amerika Serikat berpotensi tinggi terhadap depresi, dibandingkan yang tidak.
Bagaimana hal ini bisa terjadi? Penyebabnya, adanya faktor kebiasaan makan makanan yang banyak mengandung lemak trans dan lemak jenuh. Lemak ini terdapat pada makanan siap saji atau kue - kue atau gorengan.
Orang yang sakit jantung juga mengalami depresi. Bisa disebabkan oleh lemak trans yang memicunya. Lemak trans memberikan konstribusi negatif terhadap jaringan tubuh, yang dapat meningkatkan peradangan pada tubuh yang memberikan kontribusi terhadap penumpukan plak sehingga menyebabkan penyakit jantung. Sedangkan di dalam otak, lemak ini bisa mempengaruhi transmisi syaraf hingga mempengaruhi suasana hati.
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN