Sejak kecil kita selalu minum susu, namun semakin beranjak dewasa banyak orang justru meninggalkan minuman kaya kalsium ini. Alasannya pun beragam, mulai dari bosan dengan rasanya, alergi, dan yang paling banyak adalah takut gemuk. Hal yang terakhir ini tidak sepenuhnya benar.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dua tahun terakhir justru ditemukan fakta baru. Para peminum susu justru mendapatkan manfaat yang banyak dibandingkan dengan mereka yang tidak minum susu. Hal ini telah dicatat di the American Journal of Clinical Nutrition.
Penelitian yang dipimpin oleh Danit Shahar dari the Ben-Gurion University of the Negev di Israel, menemukan bahwa orang dewasa yang meminum minimal 2 gelas susu per hari kadar vitamin D dalam tubuh akan meningkat selama enam bulan. Sedangkan kadar lemak dalam tubuh turun lebih banyak setelah 2 tahun jika dibandingkan dengan mereka yang lebih sedikit minum susu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peneliti menemukan bahwa peserta dengan asupan susu berkalsium tinggi selama enam bulan (sekitar 580 mg per hari-jumlah yang hampir sama dengan dua gelas susu), kehilangan sekitar 6 kilogram pada akhir tahun. Hal ini lebih banyak jika dibandingkan dengan mereka yang lebih sedikit mengkonsumsi susu (rata-rata sekitar 150 mg).
Selain kalsium, kadar vitamin D juga berperan penting dalam menurunkan berat tubuh. Meskipun susu sangat berperan penting untuk kesehatan tubuh, namun belum banyak orang yang menyadari betapa pentingnya susu. Hal ini terlihat dari jumlah susu yang seharusnya diminum setiap hari masih di bawah jumlah yang dianjurkan. Dalam sehari setiap orang dewasa seharusnya mengkonsumsi susu sebanyak 400 (IU) atau sekitar empat gelas susu rendah lemak.
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN