Jahe atau yang biasa dikenal dengan nama latin Zingiberaceae ternyata memiliki beberapa jenis. Salah satunya adalahΒ Zingiberaceae Officinale Rose atau yang lebih dikenal dengan nama jahe merah. Mungkin beberapa orang tidak mengetahui jenis jahe ini.
Kalau dilihat sepintas, tidak ada yang berbeda dengan jahe biasa yang digunakan untuk memasak. Hanya saja ukurannya lebih kecil dari jahe biasa. Warna jahe ini merah muda hingga tua, tak heran jika diberi julukan jahe merah. Jahe biasa dengan jahe merah memiliki kandungan yang serupa namun dengan konsentrasi yang berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jahe merah mengandung minyak astiri yang tinggi. Terdiri dari zingeberin, kamfena, zingebern, gingeral, dan juga shogool. Selain itu juga jahe merah mengandung asam aksolat, gingerin, asam malat, dan juga asam organik. Jahe merah diketahui berkhasiat sebagai pencahar, antirematik, danΒ obat masuk angin.
Selain itu, jahe merah juga bisa mengobati radang tenggorokan, sakit pinggang, meredakan asma, mengobati nyeri otot, menghangatkan badan, penambah nafsu makan, serta mencegah masuk angin. Karenanya setiap orang yang meminum jahe merah akan merasa lebih segar dan juga bisa membangkitkan gairah seks. Karena rasa panas dan hangatnya membuat pembuluh darah lebih terbuka dan aliran darah menjadi lancar. Dengan kata lain bisa mengatasi gangguan ereksi atau mencegah impotensi.
Meskipun jahe merah ini cukup baik mengobati beberapa jenis penyakit, tapi untuk mereka yang menderita penyakit maag harus berhati-hati. Kandungan gingerol nya yang tinggi bisa membuat lambung panas dan teriritasi. Sehingga menambah kronis si penderita maag.
Di Cina, jahe merah digunakan sebagai viagra alami, merangsang keluarnya air susu ibu, mendorong produksi getah bening, menjaga kekebalan tubuh, mencegah kemandulan dan memperkuat daya tahan sperma. Unsur farnesal yang terkandung dalam tanaman ini juga mampu mencegah proses penuaan karena merangsang regenerasi sel kulit.
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN