Mengenal Chef Thomas Keller, Sosok yang Disegani Chef Juna

Mengenal Chef Thomas Keller, Sosok yang Disegani Chef Juna

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 03 Nov 2026 14:00 WIB
Mengenal Chef Thomas Keller, Sosok yang Disegani Chef Juna
Foto: Instagram @chefthomaskeller
Jakarta -

Baru-baru ini chef Juna sempat ditanya soal sosok yang ia segani di industri kuliner. Jawabannya chef Thomas Keller yang dikenal sebagai chef terbaik.

Chef Juna termasuk salah satu chef asal Indonesia yang dikenal tegas, disiplin, keras, dan perfeksionis, terutama ketika menjadi juri di ajang MasterChef Indonesia.

Belum lama ini dalam acara Q&A Ala Carte di Metro TV, chef Juna sempat ditanya soal sosok chef yang ia segani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertanyaan yang dilemparkan kepada chef Juna, "Dari sekian banyak chef ternama di dunia, ada gak satu chef apabila dia mengkritik chef Juna akan diam, menerima, dan tidak membantah?"

ADVERTISEMENT

Chef Juna lantas menjawab, "Ada dong. Chef Thomas Keller."

Sosok yang sempat menjadi juri ajang MasterChef indonesia ini menjelaskan jika chef Thomas Keller adalah chef Amerika yang paling berprestasi dan bergengsi. Chef Juna juga mengungkap pernah bekerja dengan sosok chef ini.

"So apa yang diberitakan di luar sana mengenai beliau, saya tahu persis," lanjutnya.

Chef Thomas Keller memang tergolong chef ternama di dunia. Thomas Keller telah memenangkan sejumlah penghargaan hingga memiliki restoran berbintang Michelin.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut profil chef Thomas Keller yang disegani chef Juna!

1. Mengenal sosok Thomas Keller dan latar belakangnya

Mengenal Chef Thomas Keller, Sosok yang Disegani Chef JunaChef Thomas Keller rupanya sejak kecil sudah terjun ke industri ini menjadi seorang pencuci piring. Foto: Instagram @chefthomaskeller

Dilansir dari achievement.org (3/11), Thomas Keller lahir di Oceanside, California pada 14 Oktober 1955. Ayahnya merupakan seorang marinir Amerika Serikat yang ditempatkan di dekat Camp Pendleton.

Ketika chef Thomas berusia tujuh tahun, orang tuanya berpisah dan Thomas pindah bersama ibu serta dua kakak laki-lakinya ke Palm Beach, Florida.

Sejak pindah, ibu Thomas Keller mengelola restoran di daerah tersebut. Thomas dan kakak laki-lakinya, Joseph, bekerja di dapur restoran sejak usia dini. Karena Thomas dianggap terlalu muda untuk menjadi seorang chef, akhirnya ia memulai karir sebagai pencuci piring.

Thomas yang saat itu masih kecil, menikmati kerja sama tim di dapur restoran sampai bertekad untuk menjadi chef profesional. Ia juga sempat belajar di Palm Beach Junior college, kurang cocok karena ia merasa pendidikan sesungguhnya akan didapat dengan bekerja di restoran terbaik yang bisa ia temukan.

2. Memulai karier chef profesional tahun 1974

Mengenal Chef Thomas Keller, Sosok yang Disegani Chef JunaChef ini sudah memulai karir profesional sejak 1974. Foto: Instagram @chefthomaskeller

Pertama kali ia memulai karirnya sebagai chef profesional di Palm Beach Yacht Club pada tahun 1974. Setelah dua tahun, ia pindah ke Rhode Island, bekerja sebagai chef de partie atau chef yang bertanggung jawab atas satu bagian atau station spesifik di dalam, restoran, hotel, atau katering di Clarke Cooke House.

Musim panas berikutnya, Thomas bekerja di Dunes Club Narragansett. Ia bekerja di bawah chef Prancis Roland Henin yang telah menginspirasinya menguasai masakan haute cuisine Prancis.

Sekembalinya ke Florida, Thomas Keller membuka restoran pertamanya bernama Cobbley Nob bersama dua rekannya. Sayangnya, pengunjung di sekitar area tidak tertarik dengan hidangan mewah yang ditawarkan, dan restoran pertamanya berakhir tutup.

Beberapa tahun berikutnya Keller mengejar minatnya dalam masakan Prancis. Ia mengembangkan hubungan dekat dengan para chef dan pemilik restoran Prancis di negaranya sendiri sambil melamar pekerjaan di Prancis.

Ia lalu menjadi seorang sous-chef di Cafe du Parc, West Palm Beach. Lanjut menghabiskan tiga musim panas berikutnya di La Rive, Catskill di mana ia belajar mendapatkan hasil bumi lokal, menanam banyak sayurannya sendiri, dan mencoba berburu serta mengelola hewan buruan kecil. Pengalaman ini memberinya rasa hormat lebih besar kepada mereka yang menghasilkan makanan untuk dimakan.

3. Buka restoran tahun 1986

Meskipun sempat gagal, Thomas Keller tidak mudah menyerah. Pada 1986, ia mencoba peruntungan membuka restoran lagi. Kali ini ia bergabung dengan temannya, Serge Raoul untuk membuka restoran bernama Rakel.

Restoran ini memiliki awalan yang baik, tetapi sempat menerima krisis pasar saham di tahun 1987 yang berpengaruh terhadap model bisnis mereka. Karena perbedaan konsep dan tujuan, Thomas meninggalkan bisnis tersebut dan dua tahun kemudian restoran Rakel juga tutup.

4. Membuka restoran dengan konsep berbeda

Mengenal Chef Thomas Keller, Sosok yang Disegani Chef JunaIni dia restorannya yang legendaris dan sukses sampai sekarang. Foto: Instagram @chefthomaskeller

Pada kunjungan di tahun 1992 ke Napa Valley, ia diperkenalkan kepada Don dan Sally Schmitt, pemilik sebuah restoran kecil di Yountville bernama The French Laundry. Pemilik sebelumnya telah menerima kesuksesan selama beberapa tahun dan memutuskan untuk menjual bisnis mereka.

Setelah transaksi panjang, di tahun 1994, Thomas Keller akhirnya menyelesaikan kesepakatan dan mulai merenovasi fasilitas tersebut. Di restoran ini, Keller menerapkan semua yang telah ia pelajari dari tahun ke tahun. Ia juga menetapkan standar baru untuk santapan mewah, sampai memenangkan banyak penghargaan.

Thomas keller lalu melanjutkan kesuksesannya dengan usaha kuliner Bouchon Bakery, Per Se, Ad Hoc, La Calenda, dan The Surf Club. Keller juga menjabat sebagai presiden tim Bocuse d'Or Amerika Serikat yang memenangkan medali emas pertama dalam kompetisi bergengsi dua tahunan tersebut, lapor foodandwine.com (3/11).

Pria ini juga menerbitkan enam buku masak serta menjadi konsultan proyek-proyek dalam film 'Ratatouille' dan 'Spanglihs' di mana ia mengajari Adam Sandler cara memasak.

5. Raih sejumlah bintang MIchelin

Tak sekadar sukses memiliki banyak usaha kuliner, chef yang disegani chef Juna ini juga memegang sejumlah bintang Michelin. Dilansir dari finedininglovers (21/1/2021), terakhir dilaporkan Thomas Keller memegang tujuh bintang Michelin, menjadikannya chef dengan penghargaan terbanyak di Amerika Serikat.

Restorannya di Bay Area, The French Laundry, telah memegang tiga bintang Michelin sejak 2007. Restorannya di New York, Per Se, juga telah memegang tiga bintang MIchelin sejak 2005.

Chef Thomas Keller juga menjadi chef non-Prancis yang diakui secara mutlak oleh institusi kuliner Prancis. Ia duanugerahi Chevalier of the French Legion of Honor di tahun 2011, sebuah tanda kehormatan tertinggi dari pemerintahan Prancis.

Kini sebagai veteran di kancah kuliner Amerika Serikat, Thomas Keller dikenal sudah membantu mengasah keterampilan banyak chef berbintang Michlein di generasi baru. Dapur The French Laundry bahkan pernah diisi oleh Rene Redzepi dari restoran Noma dan Grant Achatz dari restoran Alinea yang berhasil dapat bintang MIchelin juga.

Bagi Keller, standar kehebatan sebuah restoran juga tidak dinilai dari satu hidangan spektakuler, tetapi dari konsistensi untuk menyajikan kesempurnaan setiap hari.

Keller juga memandang bahwa profesi sebagai chef bukanlah sekadar pekerjaan seni atau panggung ketenaran, melainkan tindakan tulus untuk memberi nutrisi terbaik dan merawat orang lain, baik tamu yang makan, tim dapur, hingga para petani dan pelayan yang menyuplai makanan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Ragam Produk dan Teknologi Pangan Meriahkan KRISTA InterFOOD 2026"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads