Kelihatannya Sehat, 9 Makanan di Supermarket Ini Sebaiknya Dihindari

Kelihatannya Sehat, 9 Makanan di Supermarket Ini Sebaiknya Dihindari

Sonia Basoni - detikFood
Selasa, 27 Okt 2026 11:00 WIB
Healthy Fruit and vegetables in Grocery shop cart in supermarket filled with food products as seen from the customers point of view
Foto: iStock
Jakarta -

Tak semua makanan di supermarket layak untuk dibeli. Menurut ahli pangan, ada 9 produk yang sebaiknya dihindari, mulai dari keju parut hingga seafood segar!

Belanja di supermarket memang praktis karena berbagai kebutuhan makanan tersedia dalam satu tempat. Namun, tidak semua produk yang dijual memiliki kualitas terbaik, terutama makanan siap pakai dan bahan yang sudah diolah.

Ilmuwan dan ahli pangan, Jessica Gavin dan Chef Hervé Malivert dari Institute of Culinary Education mengungkapkan sejumlah produk makanan di supermarket yang sebaiknya tidak rutin dibeli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alasannya beragam, mulai dari kualitas rasa, kesegaran, hingga harga yang kurang ekonomis.

Dilansir dari Martha Stewart (26/10/2026), berikut sembilan makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari saat berbelanja di supermarket.

ADVERTISEMENT


1. Keju Parut Kemasan

Prank keju parut campur kulit kering kakiPrank keju parut campur kulit kering kaki Foto: Istimewa

Keju parut kemasan memang praktis digunakan, tetapi Jessica Gavin menyarankan untuk membeli keju utuh di supermarket dan memarutnya sendiri.

Menurutnya, keju parut kemasan biasanya mengandung bahan anti kempal atau anti-caking agentl, seperti selulosa atau pati, yang membuatnya sulit meleleh sempurna.

Akibatnya, hidangan seperti lasagna atau makaroni keju bisa memiliki tekstur kurang lembut. Keju yang diparut sendiri dinilai menghasilkan lelehan lebih halus dan rasa yang lebih nikmat.

2. Salad Siap Saji

Salad kemasan yang sudah dipotong dan dicuci kerap tersedia di supermarket untuk memudahkan konsumen. Namun, Gavin menilai produk ini kurang ekonomis karena biasanya hanya cukup untuk dua porsi.

Selain itu, sayuran selada yang sudah dipotong lebih cepat layu dan berubah warna akibat oksidasi.

Proses pengolahan yang melibatkan lebih banyak penangangan juga dapat meningkatkan risiko kontaminasi bakteri. Sebagai alternatif, Gavin menyarankan membeli selada utuh yang lebih tahan lama.

3. Saus Salad Botolan

perbedaan vinaigrette dan salad dressingperbedaan vinaigrette dan salad dressing Foto: Getty Images

Saus salad botolan yang dijual di supermarket sering mengandung gula tambahan dan natrium yang cukup tinggi. Karena itu, Gavin lebih menyarankan membuat saus salad sendiri di rumah.

"Campurkan minyak dan cuka dengan perbandingan 3:1," sarannya.

Tambahkan mustard Dijon, rempah, perasan jeruk, garam, dan lada sesuai selera. Sedikit madu juga bisa digunakan sebagai pemanis. Saus buatan sendiri dapat disimpan selama sekitar satu minggu.


4. Daging Marinasi Kemasan

Produk daging yang sudah dibumbui dan dijual di supermarket belum tentu memiliki kualitas terbaik. Menurut Hervé Malivert, beberapa produk menggunakan potongan daging yang lebih murah atau kurang segar.

Meski tetap aman dikonsumsi jika ditangani dengan benar, konsumen disarankan lebih teliti saat membelinya.

Gavin menambahkan bahwa marinasi terlalu lama bisa membuat tekstur daging menjadi lembek. Ia menyarankan proses marinasi tidak lebih dari satu hari.


5. Roti Sourdough Kemasan

Roti sourdough dan sejarahnya.Roti sourdough dan sejarahnya. Foto: Getty Images/iStockphoto/

Tidak semua roti berlabel sourdough dibuat melalui proses fermentasi alami yang panjang. Beberapa produsen menggunakan ragi komersial dan bahan tambahan untuk mempercepat produksi.

Menurut Gavin, sourdough tradisional umumnya dibuat menggunakan tepung, air, garam, dan biang roti atau starter.

Karena itu, konsumen disarankan memeriksa daftar komposisi sebelum membeli. Roti dengan banyak bahan tambahan belum tentu memiliki karakteristik yang sama seperti sourdough fermentasi tradisional.


6. Buah dan Sayuran Potong

Buah dan sayuran yang sudah dipotong memang menghemat waktu memasak. Namun, Malivert menilai produk ini cenderung lebih cepat kehilangan kesegarannya.

Permukaan yang terbuka membuat buah dan sayuran lebih mudah mengalami oksidasi serta kehilangan kelembapan.

Contohnya, brokoli yang sudah dipotong lebih cepat layu dibandingkan brokoli utuh. Harganya juga biasanya lebih mahal. Membeli bahan utuh dan memotongnya sendiri menjadi pilihan yang lebih ekonomis.


7. Jus Lemon dan Jeruk Nipis Botolan

Jus lemon atau jeruk nipis kemasan dinilai kurang ideal untuk menghasilkan cita rasa masakan yang segar.

Malivert menjelaskan bahwa beberapa produk dibuat dari konsentrat atau mengandung bahan penstabil yang dapat memengaruhi rasanya.

Proses pasteurisasi juga bisa mengubah karakter rasa jus. Ia lebih menyarankan menggunakan perasan jeruk segar karena aromanya lebih alami. Kulit jeruknya pun dapat diparut untuk menambah aroma masakan.


8. Kaldu Kemasan

Wanita di Kongo Percaya Menyuntikkan Kaldu Blok ke Anus Bikin Bokong SeksiWanita di Kongo Percaya Menyuntikkan Kaldu Blok ke Anus Bikin Bokong Seksi Foto: Getty Images/iStockphoto/Michelle Lee Photography

Kaldu kemasan menjadi pilihan praktis untuk menambah rasa gurih atau ekstra bumbu pada masakan. Namun, beberapa produk mengandung natrium tinggi yang membuat hidangan mudah terasa terlalu asin.

Malivert mengakui bahwa dirinya sesekali masih menggunakan kaldu kemasan karena praktis.

Meski begitu, ia menilai kaldu buatan sendiri biasanya memiliki rasa lebih baik. Jika harus membeli kaldu kemasan, pilih produk rendah natrium agar penggunaan garam tetap bisa dikontrol.

9. Seafood

Label 'fresh' pada produk seafood seperti ikan, cumi, udang hingga kerang di supermarket tidak selalu berarti produk tersebut masih segar dan belum pernah dibekukan.

Malivert menjelaskan bahwa sejumlah supermarket, terutama yang jauh dari wilayah pesisir laut, biasanya menjual udang beku yang sudah dicairkan (thawing).

Dalam kondisi tertentu, seafood beku justru bisa memiliki kualitas lebih terjaga karena dibekukan saat masih segar. Karena itu, konsumen disarankan tidak hanya mengandalkan label 'fresh' saat memilih produk seafood di supermarket.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (sob/sob)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads