Viral! Penjual Martabak di Jogja Ini Disebut Mirip Denny Caknan

VeriFood

Viral! Penjual Martabak di Jogja Ini Disebut Mirip Denny Caknan

Riska Fitria - detikFood
Senin, 26 Okt 2026 17:30 WIB
Penjual martabak mirip Denny Caknan
Foto: Instaram/@nsaalw
Jakarta -

Disebut mirip Denny Caknan, penjual Martabak Gendhis di Jogja ini curi perhatian. Ia menawarkan belasan varian martabak manis harga Rp10.000-an.

Penjual makanan punya cara tersendiri untuk menarik perhatian pembeli, mulai dari kreasi makanannya hingga memanfaatkan penampilan penjual yang disebut mirip sosok terkenal.

Seperti penjual martabak manis di Yogyakarta yang mencuri perhatian karena disebut-sebut mirip penyanyi pop Jawa, Denny Caknan. Sosoknya viral usai dibagikan oleh akun Instagram @nsaalw (24/10).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penjual tersebut bernama Hendra, pemilik usaha Martabak Gendhis yang berlokasi di Jalan Ireda, belakang Purawisata, Yogyakarta. Usaha martabak miliknya telah berjalan sejak 2021, setelah pandemi Covid-19.

Penjual martabak mirip Denny CaknanHendra, Penjual martabak mirip Denny Caknan Foto: Instaram/@nsaalw

Ia menawarkan belasan varian martabak manis, mulai dari Cokelat Susu, Nanas Susu, Strawberry Susu, Blueberry Susu, Cokelat Keju Susu dan masih banyak lagi. Harganya kisaran Rp10.000-Rp18.000.

ADVERTISEMENT

Kepada detikFood (26/10), Hendra mengaku tidak menyadari kemiripan wajahnya dengan pelantun lagu pop Jawa tersebut. Ia justru mengetahui hal itu dari orang-orang yang kerap menyebut dirinya mirip Denny Caknan.

"Saya sendiri dibilang mirip Denny Caknan, ya saya tidak tahu. Saya mirip atau tidak, saya juga tidak menyadari. Tapi banyak orang yang bilang mirip," ujar Hendra.

Menurutnya, komentar tersebut menjadi hal yang disyukuri. Ia bahkan menganggap kemiripan yang disebut-sebut pembeli itu mungkin menjadi salah satu daya tarik yang membuat orang tertarik datang ke tempat jualannya.

"Mungkin itu rezeki saya, menjadi daya tarik pembeli untuk datang," katanya.

Sebelum merintis Martabak Gendhis, Hendra ternyata pernah mencoba sejumlah usaha kuliner lain. Ia mengaku pernah berjualan bubur, rujak, bebek goreng, hingga penyetan.

Namun, berbagai usaha tersebut tidak bertahan lama. Dari sejumlah jenis makanan yang pernah dijualnya, martabak menjadi usaha yang mampu bertahan hingga sekarang.

"Sebenarnya dulu saya jualan banyak makanan. Sebelum martabak, saya pernah jualan bubur, rujak, bebek goreng, dan penyetan, tetapi tidak bisa bertahan lama. Yang bertahan lama ini hanya martabak," jelasnya.

Usaha yang dirintis setelah pandemi Covid-19 itu pun terus berjalan hingga kini. Hendra mengaku bersyukur Martabak Gendhis masih bisa bertahan dan menjadi sumber penghasilannya.

Ia bahkan sempat berpikir untuk beralih ke usaha lain apabila bisnis martabaknya tidak berjalan sesuai harapan.

"Mungkin kalau martabak ini tidak jadi, saya akan beralih ke usaha yang lainnya. Tapi alhamdulillah bisa bertahan sampai saat ini," ungkap Hendra.

Dalam sehari, jumlah adonan martabak yang dihabiskan juga tidak selalu sama. Hendra menyebut dirinya terkadang menggunakan sekitar 9 hingga 10 kilogram adonan per hari, bergantung pada penjualan.

"Gak tentu sih, tapi rata-rata ya 9-10 kilogram adonan perhari," tutup Hendra.



(raf/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads