Dulu Digaji Rp500 Ribu, Pria Ini Kini Viral Berkat Konten Masak di Perahu

VeriFood

Dulu Digaji Rp500 Ribu, Pria Ini Kini Viral Berkat Konten Masak di Perahu

Riska Fitria - detikFood
Sabtu, 24 Okt 2026 16:30 WIB
Dulu Digaji Rp500 Ribu, Pria Ini Viral Gegara Konten Masak di Atas Perahu
Foto: Instagram/@upphie.srua
Jakarta -

Berawal dari gaji honorer Rp500 ribu, pria asal Mamuju ini sukses jadi kreator konten mancing dan masak di perahu. Videonya kini ditonton jutaan kali.

Adalah Uppi seorang konten kreator yang dikenal lewat konten memancing dan memasak hasil tangkapan langsung di atas perahu. Kontennya selalu menarik perhatian orang.

Dalam videonya, Uppi bertugas untuk memancing, sementara istrinya yang kebagian mengolah hasil pancingannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepada detikFood (24/10) kreator yang eksis lewat akun @upphie.srua di TikTok hingga Instagram ini mengatakan ia tinggal di Lingkungan Bulutakkang, Mamuju, Sulawesi Barat.

Menariknya, ia mengaku awalnya bukan berasal dari keluarga nelayan dan juga tidak bekerja sebagai nelayan, hingga akhirnya keadaan ekonomi mendorongnya menekuni aktivitas memancing.

ADVERTISEMENT

1. Awalnya Bekerja sebagai Karyawan Honorer

Sebelum dikenal sebagai kreator konten, Uppi bekerja sebagai karyawan honorer di bawah naungan Pemerintah Daerah Mamuju. Namun, gaji yang diterimanya saat itu hanya sekitar Rp500 ribu per bulan.

Penghasilan tersebut dirasanya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, ia mencari pekerjaan sampingan dengan memancing di laut dan menjual hasil tangkapannya jika jumlahnya berlebih.

"Dulu saya bekerja sebagai karyawan honorer di bawah naungan Pemda Mamuju. Saat itu gaji honorer hanya Rp500 ribu per bulan, mana cukup untuk menghidupi keluarga," cerita Uppi.

2. Perjuangannya sebagai Konten Kreator

Di tengah kesibukannya bekerja dan memancing, Uppi mulai mencoba membuat konten di YouTube. Ia membagikan video aktivitas memancing yang dilakukannya di laut sekitar Mamuju.

Perjalanan membangun kanal YouTube itu tidak mudah. Setelah sekitar dua tahun, kanalnya berhasil mendapatkan monetisasi, tetapi penghasilan dari platform tersebut belum kunjung bisa dicairkan karena jumlah penonton videonya masih rendah.

"Meski sudah mendapatkan monetisasi dari YouTube, saya belum bisa mencairkan hasilnya selama tiga tahun karena jumlah penontonnya masih sedikit," ungkapnya.

3. Kehilangan Pekerjaan saat Pandemi COVID-19

Keadaan semakin sulit ketika pandemi Covid-19 membuat Uppi kehilangan pekerjaan sebagai karyawan honorer. Ia pun mulai memikirkan cara agar konten yang dibuatnya bisa menarik lebih banyak penonton.

Selama ini, Uppi terbiasa memasak atau membakar hasil tangkapan di atas perahu untuk makan siang maupun makan malam. Namun, momen tersebut tidak pernah terpikir olehnya untuk dijadikan bagian dari konten.

Hingga akhirnya, ia menyadari bahwa aktivitas memasak hasil pancingan justru bisa menjadi daya tarik tersendiri. Ia pun mulai mengubah konsep videonya dengan menggabungkan kegiatan memancing dan memasak langsung di atas perahu.

"Saya mulai berpikir, seharusnya momen memasak ini yang dijadikan konten, bukan hanya tutorial memancingnya," tutur Uppi.

4. Konten Mancing dan Masak di Perahu Raup Jutaan Penonton

Dulu Digaji Rp500 Ribu, Pria Ini Viral Gegara Konten Masak di Atas PerahuPria Ini Viral Gegara Konten Masak di Atas Perahu Foto: Instagram/@upphie.srua

Sejak saat itu, Uppi mulai rutin membagikan video memancing sekaligus mengolah hasil tangkapannya di atas perahu. Konten tersebut diunggah ke berbagai platform, mulai dari YouTube, TikTok, Instagram, Facebook, hingga Threads.

Konsep sederhana itu ternyata mendapat respons positif dari penonton. Video-videonya berhasil meraih jutaan penayangan dan membuat aktivitas memancing yang awalnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga menjadi bagian dari perjalanan kreatifnya di media sosial.

Bagi Uppi, laut bukan sekadar tempat mencari ikan, tetapi juga menjadi ruang untuk menghasilkan konten. Ia tetap memancing di sekitar kampung halamannya, tepatnya di kawasan Lingkungan Bulutakkang, Mamuju.

Lokasi memancingnya pun tidak selalu jauh dari rumah. Bahkan, ketika berburu cumi-cumi, ia mengaku bisa memancing di lokasi yang hanya berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya.

5. Tiga Ponsel Pernah Jatuh ke Laut

Perjalanan Uppi membuat konten juga diwarnai pengalaman yang tak terlupakan. Pada awal merintis konten, ia pernah kehilangan tiga ponsel yang digunakan sebagai kamera karena terjatuh ke laut.

Saat itu, Uppi masih menggunakan peralatan seadanya. Penghasilan dari konten pun belum menentu sehingga ia belum bisa menyediakan perlengkapan yang lebih memadai.

"Pengalaman paling unik sekaligus bikin pusing itu saat awal membuat konten. Tiga HP yang saya gunakan sebagai kamera pernah jatuh ke laut," kenangnya.

Selain kejadian tersebut, Uppi juga pernah mengalami situasi menegangkan saat memancing. Tali jangkar perahunya terkadang tersangkut atau tertarik ikan pari berukuran besar hingga perahu bergerak maju seperti sedang dinyalakan mesinnya.

Jika tarikan berlangsung lama dan tali jangkar sulit dilepaskan, ia terkadang terpaksa memotong tali tersebut. Uppi juga mengaku sesekali melihat hiu tutul mendekat ke perahunya saat berada di laut.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (raf/sob)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads