Wanita Ini Ditolak Bayar Tunai di Warung, Padahal Uang Kembalian Tersedia

Wanita Ini Ditolak Bayar Tunai di Warung, Padahal Uang Kembalian Tersedia

Atiqa Rana - detikFood
Selasa, 20 Okt 2026 19:00 WIB
Wanita Ini Ditolak Bayar Tunai di Warung, Padahal Uang Kembalian Tersedia
Foto: Getty Images/im a photographer and an artist
Jakarta -

Wanita ini ngaku bingung saat mau bayar makan di warung. Staff restoran menolaknya membayar pakai uang tunai hingga membuat dia mempertanyakan perlakuan tersebut.

Banyak restoran dan tempat makan kini beralih ke pembayaran nontunai, terutama di beberapa negara yang sudah ada mekanisme pembayaran melalui kode QR. Transaksi pun terasa lebih praktis dan mudah.

Sering kali, pemilik usaha kuliner juga tidak lagi menerima uang tunai. Beberapa bahkan menerapkan aturan ini secara tegas. Alasannya beragam, tetapi mungkin kamu pernah ditolak karena mereka tidak punya kembalian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal inilah yang dialami oleh seorang wanita di Bengaluru. Dalam unggahan di akun X @PriyaCeladine, wanita tersebut bercerita kalau dia mengunjungi sebuah darshini, sejenis warung makan populer di India Selatan. Di sana ia memutuskan untuk memesan hidangan dosa, berupa pancake atau crepe tipis tradisional India dengan segelas kopi.

ADVERTISEMENT

Karena tidak membawa ponselnya, Priya memutuskan bayar pakai uang tunai. Namun, menurut ceritanya, staff warung menolak pembayaran uang tunai tersebut dengan alasan tidak punya kembalian, lapor news18.com (18/10).

Hal yang membuatnya lebih frustrasi ketika ia melihat bahwa ada uang kembalian terletak tepat di depannya. Ketika ditanya, staff warung justru bertanya balik bagaimana jika ada pelanggan lain yang datang dan mereka takut uang kembaliannya habis.

Tanggapan staff restoran membuatnya bertanya-tanya apakah ia diperlakukan berbeda sekalipun dirinya juga sebenarnya adalah pelanggan.

Wanita Ini Ditolak Bayar Tunai di Warung, Padahal Uang Kembalian TersediaWanita Ini bingung karena mau bayar makanan pakai uang tunai tetapi ditolak oleh staf warung. Foto: news18.com (AI)

Mengungkapkan rasa kecewanya, ia menulis, "Saya bertanya, 'Bukankah saya pelanggan Anda?'"

Insiden ini juga membuatnya bertanya-tanya apakah respon tersebut ada hubungannya dengan bahasa yang dia gunakan atau penampilannya.

"Apakah ini terjadi karena saya tidak berbicara bahasa Kannada dan tidak terlihat seperti orang India Selatan?" tanyanya lagi.

Untuk memahami apakah pengalaman seperti itu umum terjadi di Bengaluru, Priya bertanya kepada netizen. Priya juga memberi penjelasan bahwa dirinya adalah orang India Selatan yang bisa berbahasa Kannada.

Unggahan tersebut menuai tanggapan dari banyak orang. Beberapa menyatakan simpatinya kepada wanita tersebut. Sedangkan yang lain berpendapat bahwa insiden ini mungkin tidak ada hubungannya dengan bahasa atau identitas regional.

"Wah kedengarannya sangat menjengkelkan! Aneh sekali bagaimana beberapa tempat bisa begitu pilih-pilih soal uang tunai, terutama ketika uang itu ada tepat di depan mereka! Saya mengerti bahwa itu terasa agak aneh terutama ketika Anda orang India Selatan dan bisa bahasa Kannada. Tapi itu tidak penting bahasa apa yang Anda gunakan dan bagaimana penampilan Anda, semuanya berhak mendapat pelayanan bagus! Semoga pengalaman Anda selanjutnya bisa lebih baik," ujar seorang netizen.

Ada juga netizen yang menceritakan pengalamannya tinggal di Bengaluru selama lebih dari satu dekade. Pendapat netizen ini mencerminkan sikap masyarakat Bengaluru yang hangat meskipun dirinya tidak mempelajari bahasa tersebut.

Netizen lain berkomentar, "Di restoran yang pernah saya kunjungi, mereka menerima uang tunai untuk menghindari pengecekan pajak GST dan pajak keuntungan yang sah. Struk digital tidak dapat diubah. Meskipun mereka memberikan tagihan, selalu ada pihak ketiga yang bertindak sebagai perantara agar tidak masuk ke sistem GST. Ini pertama kalinya saya mendengar hal sebaliknya."

Komentar lain menyarankan bahwa pemilik toko terkadang ragu untuk memberikan uang kembalian mereka.

"Ini bukan terjadi karena Anda tidak berbicara bahasa Kannada, sebagian besar pemilik toko saat ini punya pola pikir yang sama, yaitu mereka tidak menyimpan banyak uang kembalian atau mencoba menukarkannya. Mereka hanya ingin menyimpan uang kembalian untuk pelanggan lain di masa mendatang. Bahkan orang Kannada pun menghadapi masalah ini," lanjut netizen tersebut.



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads