×
Ad

Croissant Gerobakan di Bali Viral, 10 Hari Langsung Laris 1.200 Buah!

Diah Afrilian - detikFood
Sabtu, 17 Okt 2026 13:00 WIB
Foto: Instagram @gerobakprancis
Jakarta -

Bukan di kafe kekinian, gerobak Prancis di Bali jual croissant dan salt bread keliling dengan gerobak. Dalam 10 hari, penjualannya tembus lebih dari 1.200 buah!

Croissant biasanya identik dengan etalase toko pastry, kafe kekinian, atau restoran dengan harga yang cukup tinggi. Namun, sebuah usaha di Bali mencoba menghadirkan pengalaman berbeda lewat cara berjualan yang tak biasa.

Adalah Andrew, pemilik Gerobak Prancis, yang viral gegara ide bisnisnya yang tak biasa. Andrew yang lahir di Norwich, Inggris dan berdarah campuran Indonesia-Inggris ini membawa budaya roti dari Eropa ke Bali dengan cara yang lebih merakyat.

Ia menjajakan croissant khas Prancis dan salt bread dengan gerobak dorong dan keliling di kota Denpasar setiap harinya. Saat dihubungi oleh tim detikFood, (16/10/2026), Andrew menceritakan kisahnya mendirikan Gerobak Prancis.

Ide unik berjuaan croissant dengan gerobak, awalnya dicetuskan oleh salah stau keluarga dari Andrew sebagai pemilik Gerobak Prancis. Foto: Instagram @gerobakprancis

Berawal dari Ide Keluarga

Gerobak Prancis berawal dari ide salah satu anggota keluarga untuk menjual croissant. Sementara konsep gerobak, konten, hingga strategi bisnisnya dirancang sendiri oleh pemilik.

"Anggota keluarga saya yang awalnya punya ide untuk menjual croissant. Saya kemudian memikirkan ide untuk gerobak, konten, dan hal lainnya agar bisa tampil berbeda," ujarnya.

Ia ingin croissant bisa lebih mudah dijangkau, tanpa pelanggan harus pergi ke tempat makan kelas atas. Menurutnya, croissant seharusnya bisa diperlakukan seperti bakpao.

Tak Punya Pengalaman Kuliner

Menariknya, pemilik Gerobak Prancis mengaku tidak memiliki pengalaman di dunia kuliner. Kemampuannya memasak lebih banyak berasal dari kegemaran membuat makanan rumahan sejak kecil.

"Cukup mengejutkan, saya sebenarnya tidak punya pengalaman kuliner sama sekali," ungkapnya. Ia mengaku hanya terbiasa memasak makanan sederhana dan steak yang menurutnya enak di rumah.

Ia pernah bekerja sebagai waiter di Waroeng D'Carik, Kedampang. Di sana, ia belajar menjual menu khusus kepada wisatawan serta membantu mempromosikan makanan lewat internet.



Simak Video "Video: Melihat Generasi Muda Bertarung Kemahiran Membuat Lawar Bali"


(dfl/sob)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork