Sejumlah Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Makanan Indonesia

Sejumlah Netizen Malaysia Serukan Boikot Produk Makanan Indonesia

Atiqa Rana - detikFood
Minggu, 11 Okt 2026 13:00 WIB
Masih Panas! Warga Malaysia Serukan Boikot Produk Makanan Indonesia
Foto: Threads
Jakarta -

Seruan boikot terhadap produk Indonesia kembali ramai di media sosial Malaysia. Setelah sejumlah gerai makanan dan minuman, kini produk kemasan seperti santan, mi instan, kopi, dan biskuit ikut menjadi sasaran.

Perbincangan tersebut antara lain muncul di platform Threads. Salah seorang pengguna, @mee.sza, sebelumnya menyerukan boikot terhadap sejumlah restoran dan gerai makanan asal Indonesia.

Ia mengaitkan seruan itu dengan unggahan media sosial yang dianggap menghina Raja Malaysia, bukan dengan persaingan sepak bola kedua negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seruan tersebut kemudian meluas ke produk makanan kemasan. Pengguna Threads @ahmadfarhanpuad, misalnya, mengunggah foto santan kemasan asal Indonesia yang dipajang di sebuah supermarket Malaysia.

ADVERTISEMENT
Masih Panas! Warga Malaysia Serukan Boikot Produk Makanan IndonesiaPria Malaysia ini menyerukan untuk ikut memboikot produk santan Indonesia. Foto: Threads @ahmadfarhanpuad

"Tersusun dengan rapi. Tidak sudi menyentuhnya. Go Malaysians!" tulisnya.

Unggahan itu mendapat beragam tanggapan. Sejumlah pengguna mendukung boikot, sementara lainnya mendiskusikan merek santan alternatif.

Akun lain, @1935rocketjump, membagikan daftar produk yang diserukan untuk diboikot. Daftar tersebut mencakup sejumlah merek mi instan, permen kopi, kopi instan, kecap, dan biskuit.

Masih Panas! Warga Malaysia Serukan Boikot Produk Makanan IndonesiaBerikut daftar sejumlah produk Indonesia yang diserukan untuk diboikot. Foto: Threads @1935rocketjump

Seruan serupa juga menyasar sejumlah gerai makanan dan minuman, termasuk Kenangan Coffee, J.CO Donuts, dan Richeese Factory.


Perbincangan ini turut mendapat tanggapan dari pengguna media sosial Indonesia. Akun Threads Chikuro, misalnya, mengunggah pernyataan singkat, "Original from Indonesia," yang memancing beragam komentar.

Sebagian pengguna Indonesia juga merespons dengan mengusulkan boikot terhadap produk Malaysia yang dipasarkan di Indonesia, mulai dari makanan ringan hingga cokelat dan minuman kemasan.

Meski ramai diperbincangkan di media sosial, seruan tersebut belum dapat dianggap mewakili sikap masyarakat Malaysia secara keseluruhan. Belum diketahui pula sejauh mana ajakan boikot itu berdampak terhadap penjualan produk Indonesia di negara tersebut



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads