Dari Pizza hingga Sushi, Ini Asal-usul 5 Makanan Paling Terkenal di Dunia

Dari Pizza hingga Sushi, Ini Asal-usul 5 Makanan Paling Terkenal di Dunia

Sonia Basoni - detikFood
Minggu, 11 Okt 2026 19:00 WIB
ilustrasi pizza
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

Pizza, sushi, hingga pad thai punya sejarah menarik. Siapa sangka, beberapa makanan populer dunia ini awalnya hanya jajanan sederhana hingga makanan pekerja.

Sejumlah makanan populer di dunia ternyata memiliki sejarah menarik yang belum banyak diketahui. Ada yang awalnya menjadi makanan sederhana untuk pekerja, hingga sengaja dipopulerkan untuk membangun identitas suatu negara.

Seiring waktu, hidangan tersebut berkembang menjadi kuliner khas yang dikenal hingga mancanegara. Mulai dari pad thai asal Thailand hingga dim sum dari China, setiap makanan memiliki cerita tersendiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Lifestyle and Travel (09/10/2026), berikut lima makanan populer dunia, beserta sejarah asal-usulnya yang menarik untuk diketahui.

ADVERTISEMENT

1. Pad Thai

Pad Thai Gordon RamsayPad Thai Foto: iStock

Pad thai merupakan salah satu makanan khas Thailand yang populer di berbagai negara. Meski terlihat seperti hidangan tradisional berusia ratusan tahun, pad thai sebenarnya baru dipopulerkan sekitar 1930-an.

Saat itu, Thailand menghadapi kelangkaan beras dan pemerintah berupaya memperkuat identitas nasional melalui makanan. Hidangan mie goreng yang dipadukan dengan udang, tahu, tauge, dan kacang tanah ini kemudian semakin dikenal.

Harganya yang terjangkau, rasanya yang lezat, serta porsinya yang mengenyangkan membuat pad thai menjadi jajanan kaki lima favorit masyarakat Thailand hingga sekarang.

2. Pizza

Ilustrasi pizzaIlustrasi pizza Foto: Getty Images/Vima

Populer di berbagai negara, pizza berasal dari Naples, Italia, dan awalnya dikenal sebagai makanan sederhana bagi kalangan pekerja atau buruh. Hidangan ini dibuat menggunakan adonan roti pipih yang diberi berbagai bahan pelengkap.

Seiring perkembangannya, tomat dan keju menjadi bahan yang identik dengan pizza. Salah satu variasi terkenalnya adalah pizza Margherita yang dikaitkan dengan penghormatan kepada Ratu Margherita.

Kini, pizza memiliki banyak variasi di berbagai negara. Ada pizza tipis dan renyah khas New York hingga pizza Chicago yang terkenal dengan adonan tebal serta keju melimpah.

3. Sushi

Ilustrasi SushiIlustrasi Sushi Foto: Getty Images/iStockphoto

Banyak penggemarnya di Indonesia, sushi dikenal sebagai makanan khas Jepang yang menggunakan nasi berbumbu cuka dengan berbagai pelengkap, terutama ikan. Bentuk sushi modern mulai berkembang pada awal abad ke-19, meski teknik pengawetan ikan bersama nasi sudah dikenal jauh sebelumnya.

Di Tokyo, para penjual makanan memperkenalkan nigiri sushi berupa irisan ikan yang diletakkan di atas kepalan nasi. Hidangan ini awalnya menjadi makanan cepat saji yang praktis.

Seiring berjalannya waktu, sushi berkembang menjadi kuliner yang mengutamakan kesegaran bahan, ketelitian penyajian, dan keseimbangan rasa.

4. Kimchi

Ilustrasi kimchi atau kimcheeIlustrasi kimchi atau kimchee Foto: Getty Images/iStockphoto/whitewish

Kimchi merupakan makanan fermentasi khas Korea yang sudah menjadi bagian penting dari budaya kuliner masyarakatnya. Tradisi mengawetkan sayuran melalui proses fermentasi sudah berlangsung selama ribuan tahun.

Pada awalnya, kimchi tidak selalu memiliki rasa pedas seperti yang dikenal sekarang. Penggunaan cabai baru berkembang setelah bahan tersebut diperkenalkan ke Korea sekitar abad ke-16.

Setiap keluarga di Korea biasanya memiliki resep kimchi tersendiri yang diwariskan secara turun-temurun. Hidangan berbahan sayuran fermentasi ini pun menjadi pelengkap yang hampir selalu hadir dalam santapan sehari-hari.

5. Dim Sum

Tak Asal Dilahap, Begini Cara Makan Dimsum yang BenarDimsum. Foto: Ilustrasi iStock

Jadi salah satu kuliner ikonik di dunia, dim sum berasal dari hidangan khas China yang memiliki beragam bentuk dan isian. Istilah dim sum sendiri sering diartikan sebagai sesuatu yang menyentuh hati.

Sejarahnya berkaitan dengan tradisi menikmati teh di kedai-kedai sepanjang jalur perdagangan China. Para pelancong biasanya beristirahat sambil menikmati teh dan makanan ringan.

Kebiasaan tersebut kemudian berkembang menjadi tradisi menyantap aneka pangsit, bakpao, dan kudapan lainnya. Hingga sekarang, menikmati dim sum bersama teh atau yum cha menjadi kegiatan bersantap yang identik dengan kebersamaan keluarga di dalam budaya China.

Halaman 2 dari 2
(sob/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads