Siap-siap Muntah! Museum Makanan Aneh dan Ekstrem Kini Hadir di Hong Kong

Siap-siap Muntah! Museum Makanan Aneh dan Ekstrem Kini Hadir di Hong Kong

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Selasa, 06 Okt 2026 12:30 WIB
Disgusting Food Museum di Hong Kong
Foto: South China Morning Post
Jakarta -

Hong Kong kini kedatangan museum baru yang bisa bikin foodies geli, mual, dan bahkan muntah. Didatangkan dari Swedia, museum ini memamerkan aneka makanan aneh di dunia.

Disgusting Food Museum adalah museum yang mengumpulkan dan memamerkan ratusan hidangan paling tabu, ekstrem, atau dianggap "menjijikkan" dari berbagai budaya di dunia.

Disgusting Food Museum Swedia menggelar pameran perdana di Mal Airside, Kai Tak, Hong Kong pada Selasa (29/9/26). Dikutip dari South China Morning Post (29/9), pengelola menghadirkan 80 lebih hidangan unik dari 35 negara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pameran berlangsung di GATE33 Gallery, lantai 3 Mal Airside, dan dapat dikunjungi hingga 26 November 2026.

Setiap pengunjung yang masuk akan menerima kantong muntah secara gratis sebelum menjelajahi lima zona tematik berisi hidangan ekstrem dari berbagai penjuru dunia, mulai dari burung laut fermentasi asal Greenland, embrio telur bebek khas Filipina, hingga keju bermaggot dari Sardinia.

ADVERTISEMENT

Disgusting Food Museum pertama kali dibuka di Malmo, Swedia, pada 2018 oleh psikolog Samuel West, yang sebelumnya juga menciptakan Museum of Failure.

Sejak itu, museum ini telah menarik lebih dari 500 ribu pengunjung dan pernah singgah di berbagai kota besar dunia, termasuk Los Angeles, Berlin, Bordeaux, dan Taipei, sebelum akhirnya tiba di Hong Kong.

Co-founder sekaligus direktur museum, Andreas Ahrens, menjelaskan bahwa pameran ini mengajak pengunjung untuk meninjau ulang persepsi mereka terhadap makanan.

"Sesuatu yang menjadi santapan istimewa bagi satu orang, bisa jadi momok menjijikkan bagi orang lain," kata Ahrens.

Sejumlah hidangan "menjijikkan" khas Swedia turut dipamerkan. Salah satunya surstromming, ikan haring fermentasi yang dikenal sebagai makanan kaleng paling bau di dunia.

Selain itu, ada pula casu marzu, keju asal Sardinia berisi larva hidup yang dilarang beredar di Uni Eropa. Lalu makanan berupa daging hiu fermentasi dari Islandia hingga jus bola mata domba asal Mongolia.

Edisi Hong Kong menghadirkan sentuhan lokal lewat kolaborasi dengan parfumer setempat untuk menciptakan aroma otentik tiap hidangan, serta meja cicip bagi pengunjung yang berani mencoba.

Menariknya, beberapa camilan yang akrab di lidah warga Hong Kong, seperti telur seribu tahun, tahu busuk, durian, dan balut, juga turut dipamerkan sebagai pembanding.

Hal ini untuk mengingatkan bahwa sesuatu yang dianggap biasa di satu budaya bisa jadi dianggap aneh oleh budaya lain.

Bagi pengunjung yang tertarik, museum juga menjual merchandise eksklusif edisi Hong Kong, termasuk lolipop kemasan blind box bernama Bugillipop berisi serangga yang bisa dimakan.

Di luar sensasi mengejutkan, museum ini juga mengangkat diskusi soal bagaimana budaya membentuk kebiasaan makan, sekaligus mendorong eksplorasi sumber protein alternatif seperti serangga dan daging hasil kultur sel sebagai solusi pangan yang lebih berkelanjutan.

(adr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads