Keren! Dulu Makan 6.000 Kalori Sehari, Perawat Ini Sukses Turun 57 Kg

Keren! Dulu Makan 6.000 Kalori Sehari, Perawat Ini Sukses Turun 57 Kg

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Sabtu, 03 Okt 2026 10:00 WIB
Keren! Dulu Makan 6.000 Kalori Sehari, Perawat Ini Sukses Turun 57 Kg
Foto: Site News
Jakarta -

Wanita ini berhasil menurunkan berat badan hingga 57 kg setelah mengubah kebiasaan makannya. Sebelumnya, ia bisa mengonsumsi sekitar 6.000 kalori sehari!

Seorang perawat asal Inggris berhasil menurunkan berat badannya setelah mengubah pola makan dan kebiasaannya sehari-hari.

Wanita bernama Lucy Elliot, asal Rushden, Northamptonshire ini sebelumnya mengonsumsi sekitar 6.000 kalori sehari. Bahkan ia sempat memiliki berat badan mencapai 127 kilogram.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari The Mirror UK (30/09/2026), ibu dua anak ini mengungkapkan bahwa hubungannya dengan makanan banyak dipengaruhi kebiasaan keluarga sejak kecil.

Akhir pekan identik dengan makanan siap saji, sedangkan ayahnya dulu terbiasa menyantap pie dan kentang goreng.

ADVERTISEMENT

Wanita berusia 47 tahun itu kerap menjadikan makanan sebagai pelarian emosional saat menghadapi tekanan hidup atau merasa kewalahan.

Keren! Dulu Makan 6.000 Kalori Sehari, Perawat Ini Sukses Turun 57 KgKeren! Dulu Makan 6.000 Kalori Sehari, Perawat Ini Sukses Turun 57 Kg Foto: Site News

"Saya menggunakan makanan sebagai pelarian setiap kali stres. Ketika kehilangan seseorang atau keadaan terasa terlalu berat, saya akan terus ngemil tanpa henti," ujarnya.

Akibat kebiasaan buruk tersebut, asupan kalorinya bisa melonjak ekstrem hingga menembus 6.000 kalori dalam satu hari.

Pola makannya saat itu mencakup sarapan ala Inggris, ayam goreng KFC, pizza beku, burger, kentang goreng, makanan China, keripik, makanan manis, dan cokelat.

"Keluarga saya memang bertubuh besar; kami tumbuh dengan kebiasaan ayah saya menyantap pie dan kentang goreng di klub rugbi, sementara akhir pekan selalu diisi dengan makanan pesan-antar," kenangnya.

Perpisahan dengan ayah anak-anaknya pada November 2014 menjadi titik balik. Ia menyadari harus segera merombak gaya hidupnya.

Pola makan sehatPola makan sehat Foto: iStock

Setelah sempat kesulitan diet dan mendapatkan hasil yang konsisten di pusat kebugaran (gym), ia mulai berkonsultasi dengan pelatih pribadi (personal trainer) guna merancang pola makan yang sehat dan lebih bernutrisi.

Lucy kemudian mengganti menu hariannya dengan pilihan seperti Weetabix, wrap tinggi protein berisi daging, keju, dan salad. Menu lainnya terdiri dari ayam atau steak yang dilengkapi kentang serta sayuran.

Selain mengubah pola makan, Lucy menemukan aktivitas fisik yang sesuai dengan kesibukannya sebagai perawat dan seorang ibu.

Ia berjalan sekitar 15.000 langkah setiap hari dan melakukannya pada pagi hari sebelum bekerja.

"Saya sangat disiplin berjalan kaki untuk menjaga kebugaran. Cara ini benar-benar cocok untuk saya untuk menurunkan berat badan," ungkap Lucy.

Perubahan tersebut membantunya menurunkan berat badan sekitar 57 kilogram. Beratnya kini sekitar 75 kilogram, dari sebelumnya sekitar 127 kilogram. Ukuran pakaiannya juga berubah dari ukuran 24 menjadi 12.

Meski demikian, Lucy mengaku keinginan menyantap gorengan dan cokelat masih muncul ketika stres.

Alih-alih menganggap kebiasaan lamanya sepenuhnya hilang, ia berusaha mempertahankan pola makan dan rutinitas aktivitas fisik yang sudah dijalaninya.

"Saya masih ingin makan gorengan dan cokelat saat stres karena itu pilihan yang mudah dilakukan. Namun, saya bertekad melanjutkan pola hidup sehat ini," pungkasnya.



(sob/sob)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads