Stok bahan dapur yang tepat memudahkan memasak. Empat chef profesional pun menyarankan bahan yang sebaiknya selalu ada, dari garam hingga tepung.
Banyak bahan dapur yang sebenarnya bisa distok, tapi daripada berujung mubazir, kamu bisa memilih bahan yang tepat. Bahan ini disebut chef profesional akan sering terpakai dan bisa membuat rasa makanan jauh lebih enak.
Mengutip Mashed (22/9), empat chef profesional, Susan Feniger (pemilik Border Grill), Jessica Mode (pastry chef), Ben Warwick (executive chef), dan Jonathan Eizenshtein (koki pribadi), mengungkap bahan dapur yang wajib distok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 bahan wajib di dapur versi chef profesional
1. Minyak Zaitun Extra Virgin
Minyak zaitun harus ada menurut chef karena bisa dipakau untuk memanggang sayur. Foto: masehd.com |
Meski tidak murah, minyak zaitun extra virgin dinilai esensial karena tidak dimurnikan sehingga rasanya lebih kompleks.
Jessica Mode menggunakannya untuk memanggang sayuran hingga memasak protein, dan menyebutnya aman untuk suhu tinggi, kecuali deep frying (goreng dengan banyak minyak).
Ia menyarankan selalu mengecek tanggal panen zaitun karena minyak zaitun biasanya memiliki kualitas terbaik dalam kurun waktu 12 bulan setelah panen.
2. Garam Laut Halus
Di antara banyaknya pilihan garam, Susan Feniger menilai garam laut halus sudah memadai untuk penggunaan sehari-hari.
Hanya saja perlu diperhatikan takaran penggunaannya. Jangan sampai berujung berlebihan karena butirannya yang halus bisa membuat kamu berujung menambahkannya terlalu banyak.
3. Bahan Asam
Bahan asam penting karena bisa menyeimbangkan masakan yang teralu berat atau hidangan yang rasanya justru plain. Foto: masehd.com |
Dalam membuat hidangan gurih, rasanya akan lebih enak bila komposisi manis, asin, asam, pahit, dan umami di dalamnya seimbang.
Menurut Feniger, unsur asam berperan mencapai komposisi itu. Bahan asam mampu menyeimbangkan masakan yang terlalu berat sekaligus menyegarkan hidangan yang rasanya 'plain'. Ia menyarankan selalu stok cuka, lemon, atau jeruk nipis.
Cuka balsamik cocok untuk masakan Italia, sedangkan cuka hitam untuk masakan China.
4. Tepung Terigu
Tepung menjadi fondasi hampir segala olahan, bahkan dapat mengentalkan sup, semur, hingga saus.
Jonathan Eizenshtein merekomendasikan tepung terigu serbaguna tanpa pemutih untuk kebutuhan harian, seperti kue kering dan pancake.
Untuk roti kenyal, ia menyarankan tepung protein tinggi. Lalu untuk menghasilkan kue yang lembut, tepung protein rendah bisa dipakai.
5. Minyak Wijen
Minyak wijen juga akan memberi dimensi tambahan rasa pada hidangan. Foto: masehd.com |
Minyak wijen memberi dimensi tambahan rasa pada hidangan, terutama masakan China dan Jepang.
Feniger menyarankan memadukannya dengan cuka atau air jeruk nipis sebagai sentuhan akhir, misalnya pada salad bernuansa Asia Timur. Minyak ini juga cocok ditambahkan ke mi atau nasi goreng.
6. Gula
Menurut Eizenshtein, gula perlu ada di setiap dapur karena dibutuhkan hampir semua hidangan penutup dan berguna di luar pembuatan kue.
Tambahan sesendok gula, misalnya, dapat menyeimbangkan saus tomat yang kurang manis. Kamu bisa menyetok gula pasir putih atau brown sugar untuk menghasilkan rasa yang lebih dalam.
7. Mentega Berkualitas
Mentega berkualitas juga cocok dijadikan stok makan di kulkas. Foto: iStock |
Mentega berkualitas tinggi cocok dijadikan stok di kulkas karena bisa dipakai untuk keperluan masak harian, bikin kue (baking), dioles ke roti panggang, hingga buat bikin kentang panggang.
Chef mengatakan pentingnya memilih mentega berkualitas untuk menghasilkan rasa yang maksimal. Pilih mentega dengan kandungan persentase lemak yang lebih banyak dan aiat yang lebih sedikit.





KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN