Belakangan ini banyak pelanggan mengeluhkan harga makanan yang semakin mahal. Namun, seorang penjual nasi ulam membagikan sudut pandangnya kenapa mematok harga mahal. Begini rinciannya!
Nasi ulam menjadi salah satu hidangan tradisional Malaysia yang populer. Makanan ini terdiri dari nasi yang sudah direbus, lalu dicampur dengan berbagai irisan herba segar, sayuran, dan kelapa parut disangrai dan ditumbuk.
Kerisik dan bumbu lainnya juga ditambahkan. Terkadang, beberapa penjual juga menambahkan ikan goreng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun enak dan jadi favorit banyak orang, tidak sedikit pelanggan mengeluhkan harga seporsi nasi ulam yang dianggap semakin mahal. Belum lagi jika makanan yang disajikan punya porsi yang tidak sepadan.
Namun, baru-baru ini seorang wanita penjual nasi ulam menjelaskan alasannya mematok harga mahal untuk jualan nasi ulam miliknya.
Dalam unggahan di Threads, wanita yang tidak diketahui identitasnya mengungkap ia mematok harga hingga RM28 atau sekitar Rp123.246 untuk seporsi nasi ulam.
Tak sekadar mencari keuntungan, rupanya harga mahal ini disebabkan karena proses persiapan dan biaya bahan baku yang juga semakin tinggi, lapor thesun.my (25/9).
Menurut wanita tersebut, bahan baku utamanya adalah ikan mackerel Spanyol yang diasinkan atau ikan tenggiri. Mengikuti saran ibunya, ia juga menggunakan potongan ikan lebih berdaging agar rasanya menjadi enak.
Nasi ulam menurut penjual ini dibuat dengan bahan yang tidak murah dan proses yang cukup rumit. Foto: Getty Images/iStockphoto/sinseeho |
Bahan baku ikan tenggiri asinnya saja sudah dibanderol dengan harga sekitar RM32 (Rp140,917) per kilogram.
Namun, menurut penjual ini harganya sepadan dan juga mempermudah proses persiapannya. Ia juga membuat kerisik atau pasta kelapa sangrai sendiri untuk disajikan bersama nasi ulamnya.
Wanita penjual nasi ulam ini juga menjelaskan persiapan yang diperlukan untuk mengolah sayuran dan herba atau ulamnya yang perlu dibersihkan dan dicincang halus.
"Orang-orang mengira nasi ulam hanya nasi dan ulam kan? Perbandingan saya kira-kira satu kilogram beras untuk 600 gram ulam dan bumbu. Jadi bayangkan harus mencuci dan membersihkan semuanya sebelum mengiris tipis masing-masing satu per satu," ujarnya.
Nasi ulam mungkin terlihat sederhana, tetapi menurut penjual ini, persiapan di balik layar bukanlah hal mudah.
Komponen lain yang ia soroti adalah sayur keladi yang menurutnya relatif mudah dan murah untuk disiapkan. Sayangnya, sayuran ini tidak selalu mudah ditemukan di pasar terdekat dan tidak dijual setiap hari.
Artinya, menyiapkan sayuran keladi juga bisa melelahkan. Selain stok bahan terbatas, ketika diolah, batang sayur ini harus dibersihkan dan direbus untuk menghilangkan rasa gatal disebabkan oleh getahnya. Penjual ini mengatakan bahwa memegang sayuran itu sering membuat tangannya sangat gatal.
"Inilah pengorbanan yang harus saya lakukan demi sayur keladi yang lezat," tambahnya.
Tak hanya itu, ayam percik yang disajikan bersama nasi ulam juga menjadi alasan mengapa harga per porsinya dibanderol sampai Rp123 ribu. Pasalnya ia menggunakan ayam bagian paha dan juga tambahan santan.
Unggahannya mendapat perhatian dari banyak orang dengan beberapa merasa paham dengan apa yang penjual ini rasakan karena pernah memasak nasi ulam sendiri.
"Mengapa orang-orang mengelih bahwa nasi ulam itu mahal padahal tidak ada yang peduli dengan aglio olio seharga RM 20 (Rp87.903) yang hanya menggunakan bawang putih dan spagheti?" ujar seorang netizen,
Ada juga yang membandingkannya dengan steak. Netizen ini merasa jika orang-orang akan dengan senang hati membayar RM120 (Rp527.598) hanya untuk steak yang dibumbui garam dan merica.
Sembunyikan kutipan teks
Namun, kenapa banyak yang mempertanyakan nasi ulam dibanderol dengan harga RM28 padahal membutuhkan banyak tenaga dan proses.
"Kualitas bahan-bahanlah yang menaikkan harga hidangan ala Barat, tetapi hal itu meniadakan dan meremehkan keterampilan yang terlibat dalam menyiapkan makanan khas lokal," lanjut netizen tersebut.
Bagaimana menurut detikers, apakah sepadan jika seporsi nasi ulam di Malaysia dibanderol dengan harga lebih dari Rp100 ribu per porsi?


KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN