Unik Banget! Restoran di Italia Izinkan Tamu Bawa Pulang Piring Tempat Makan

Unik Banget! Restoran di Italia Izinkan Tamu Bawa Pulang Piring Tempat Makan

Beta Lukitasari Wijaya - detikFood
Senin, 28 Sep 2026 18:00 WIB
Piring gratis di restoran Italia
Foto: Times of India
Jakarta -

Di Italia, ada tradisi unik di restoran. Tamu boleh membawa pulang piring keramik tempat makanan mereka disajikan. Tradisi ini ternyata sudah ada sejak 1964!

Tradisi tersebut bernama Piatti del Buon Ricordo atau "piring kenangan indah". Dilansir dari Times of India (24/9), konsep ini digagas pakar pemasaran Italia, Dino Villani, pada 1964.

Pengunjung restoran peserta yang memesan hidangan andalan berhak membawa pulang piring lukis tangan sebagai suvenir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gagasan itu muncul saat kuliner lokal Italia dinilai terancam pasca-Perang Dunia II. Supermarket mulai menjamur, sementara menu bergaya Prancis kian diminati anak muda.

Presiden Unione Ristoranti Buon Ricordo, Cesare Carbone, seperti dikutip Smithsonian Magazine, menyebut tujuannya adalah untuk "mempromosikan dan membela secara ketat kuliner Italia".

ADVERTISEMENT

Chef bintang Michelin, Davide Scabin, menilai program ini sebagai upaya awal memasarkan gastronomi Italia untuk mengimbangi pengaruh Prancis.

Piring-piring tersebut dilukis tangan oleh perajin Ceramiche Artistiche Solimene, usaha keluarga di Vietri sul Mare, Amalfi Coast. Piring tersebut dibuat dengan tanah liat dari tambang di Ogliara.

Piring gratis di restoran ItaliaAneka desain unik piring di restoran Italia yang bisa dibawa pulang pelanggan. Foto: Times of India

Sejak 1985, desainer grafis asal Milan, Paolo Argenton, merancang ilustrasinya. Setiap restoran memilih satu hidangan andalan, yang digambarkan bersama unsur khas kota tempatnya berada.

Awalnya, hanya belasan restoran yang ikut serta. Jumlahnya sempat melampaui 130, dan kini 111 restoran masih melestarikan tradisi ini di bawah naungan Unione Ristoranti Buon Ricordo.

Salah satunya Hostaria Baccofurore 1930 di Amalfi Coast, yang menyajikan ferrazzuoli alla Nannarella, pasta dengan ikan pedang asap, tomat, dan arugula.

Pada era 1960-an hingga 1980-an, menurut Scabin, deretan piring di dinding rumah menjadi penanda gaya hidup sekaligus status sosial. Kini, piring-piring lawas itu diburu kolektor.

Di eBay, penawaran harga sebuah piring bisa dimulai dari 3 euro (Rp61 ribu) dan menembus lebih dari 150 euro (Rp3 jutaan). Piring Buon Ricordo juga dijual di pameran desain seperti Maison et Objet di Paris, dan para kolektornya punya asosiasi sendiri.

Piring gratis di restoran ItaliaPiring gratis yang dibagikan di restoran Italia kini jadi buruan kolektor. Foto: Times of India

Tradisi ini ternyata turut menginspirasi restoran masa kini. Roberta Ceretto, pemilik Trattoria La Piola di Alba, Piemonte, memesan 39 desain piring dari 12 seniman saat membuka restorannya pada 2005.

Berbeda dari tradisi aslinya, piring-piring tersebut tidak diberikan kepada tamu, melainkan dijual di kilang anggur milik keluarganya.

Menurut Ceretto, trattoria bukan sekadar tempat makan, melainkan institusi budaya yang menjaga tradisi dan akar identitas Italia.

(adr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads