Beras mudah berkutu saat disimpan? Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan agar beras tetap bersih, kering, dan awet.
Beras menjadi bahan makanan yang hampir selalu ada di dapur. Namun, cara menyimpannya juga perlu diperhatikan agar tidak mudah berkutu.
Penyimpanan yang kurang tepat bisa membuat beras lembap dan mengundang serangga. Karena itu, ada beberapa cara sederhana untuk menjaga beras tetap awet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Food NDTV (24/9) berikut tips menyimpan beras.
1. Simpan di Wadah Tertutup
Beras harus disimpan di wadah tertutup. Foto: Getty Images/ASMR |
Setelah kemasan beras dibuka, segera pindahkan ke wadah kedap udara. Cara ini membantu mencegah kelembapan, debu, dan serangga masuk sekaligus menjaga beras tetap segar.
Wadah yang bisa digunakan antara lain kaca, stainless steel, atau plastik khusus makanan. Pastikan wadah tertutup rapat agar beras lebih terlindungi dari kutu.
2. Taruh di Tempat Sejuk
Taruh beras di tempat yang sejuk dan kering agar tidak mudah berkutu. Suhu panas dan kondisi lembap dapat memicu munculnya serangga pada beras.
Pilih lemari yang jauh dari sinar matahari langsung, sumber air, dan peralatan yang menghasilkan panas. Kondisi penyimpanan yang kering membantu menjaga kualitas beras.
3. Tambahkan Daun Salam
Daun salam dapat menghindari serangga. Foto: Getty Images/iStockphoto/joannatkaczuk |
Daun salam membantu mengusir serangga dari beras. Aroma khasnya dipercaya dapat mengganggu dan menjauhkan serangga yang sering muncul di tempat penyimpanan.
Caranya, masukkan beberapa lembar daun salam ke dalam wadah berisi beras. Pastikan daun salam dalam kondisi kering agar tidak menambah kelembapan di dalam wadah.
4. Periksa Wadah secara Berkala
Periksa wadah beras secara rutin setiap beberapa minggu untuk memastikan kondisinya tetap baik. Cek apakah ada tanda-tanda serangga, kelembapan, atau beras yang mulai menggumpal.
Jika menemukan tanda tersebut, segera pisahkan beras dan bersihkan wadah penyimpanan. Langkah ini membantu mencegah masalah menyebar ke persediaan beras lainnya.
5. Jangan Gabungkan Beras Lama dengan yang Baru
Jangan gabungkan beras lama dengan beras baru. Foto: Getty Images/ASMR |
Hindari mencampur beras lama dengan stok baru saat mengisi ulang wadah. Sebaiknya habiskan beras lama terlebih dahulu sebelum memasukkan persediaan baru.
Mencampur beras lama dan baru dapat meningkatkan risiko kontaminasi. Cara ini juga membuat persediaan beras lebih sulit dipantau dan dikelola.
6. Beli Beras sesuai Kebutuhan
Beli beras sesuai kebutuhan rumah tangga agar persediaannya tidak menumpuk terlalu lama. Jumlah yang lebih sedikit juga lebih mudah disimpan dan dipantau kondisinya.
Cara ini dapat membantu mengurangi risiko beras rusak atau terkontaminasi. Selain itu, stok beras jadi lebih mudah dihabiskan sebelum membeli yang baru.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN