AI kini ikut 'turun ke dapur' menciptakan makanan unik. Di Jepang, idenya diwujudkan menjadi tart lemon rasa acar hingga roti isi kacang merah dan yogurt.
Teknologi kecerdasan buatan atau AI kini ikut menentukan kreasi makanan yang dijual di minimarket Jepang. Minimarket Lawson menggunakan teknologi AI untuk mencari ide menu baru, termasuk tart lemon dengan rasa acar yang terdengar tak biasa.
Dilansir dari Dexerto (25/09/2026), mulai 29 September mendatang, jaringan minimarket tersebut akan menjual tiga makanan hasil pengembangan ide AI di ribuan gerainya di Jepang. Ketiga produk sebelumnya sudah melalui uji penjualan terbatas di beberapa wilayah pada April 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Pickle Lemon Tart seharga 270 yen (Rp30.600). Dessert ini memadukan acar cincang dengan rasa citrus dan keju. Kombinasi unik tersebut akan tersedia di sekitar 4.700 gerai Lawson di wilayah Kanto dan Koshinetsu.
Minimarket Ini Pakai AI untuk Cari Ide Menu, Hasilnya Tak Terduga! Foto: Site News |
Selain tart rasa acar, ada sakadane bread roll seharga 181 yen (Rp20.500). Roti tersebut diisi pasta kacang merah, mentega, dan krim yogurt. Produk ini juga akan dipasarkan di sekitar 4.700 gerai.
Kreasi lainnya berupa parfait salad seharga 475 yen (Rp54.000). Tampilannya berlapis dengan crab stick, mentimun, dan lobak yang disajikan di atas bihun berbalut jelly kaldu dashi. Menu ini akan tersedia di sekitar 3.800 gerai di Kanto.
Dalam proses pencarian ide, Lawson sengaja tidak memberikan data penjualan terdahulu maupun informasi pasar kepada AI. Cara tersebut dilakukan agar AI dapat menghasilkan kombinasi makanan tanpa terikat konsep produk yang sudah ada.
Minimarket Ini Pakai AI untuk Cari Ide Menu, Hasilnya Tak Terduga! Foto: Site News |
Namun, bukan berarti seluruh proses pembuatan makanan diserahkan kepada AI. Setelah ide muncul, tim pengembang manusia mengambil alih. Mereka membuat purwarupa, mencicipi, serta menyesuaikan tingkat keasaman hingga setiap produk dinilai layak dijual.
Lawson juga secara terbuka mencantumkan keterlibatan teknologi AI pada label di rak penjualan. Respons konsumen nantinya akan menjadi pertimbangan perusahaan untuk menentukan apakah eksperimen pengembangan makanan dengan AI akan diteruskan atau tidak.
Lawson bukan satu-satunya jaringan minimarket Jepang yang mencoba cara ini. FamilyMart sebelumnya sudah menjual kue canelé ubi yang dirancang dengan bantuan AI. Perusahaan tersebut juga berencana menghadirkan 10 produk hasil pengembangan AI lainnya hingga Januari.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN