Wanita 24 tahun ini mengaku cemas memikirkan masa depan karena kekasihnya masih jadi pengantar makanan setelah 3 tahun berpacaran. Curhatannya menuai pro dan kontra.
Dalam hubungan serius, masa depan dan kondisi finansial sering menjadi hal yang ikut dipertimbangkan. Hal ini pula yang membuat seorang wanita mulai mempertanyakan arah hubungannya.
Melalui Threads, wanita 24 tahun di Malaysia tersebut mengaku mulai khawatir dengan kondisi masa depannya bersama sang kekasih yang bekerja sebagai pengantar makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan persoalannya bukan pekerjaan sebagai pengantar makanan, melainkan kestabilan penghasilan, rencana karier, serta inisiatif sang kekasih untuk mempersiapkan masa depan.
Dikutip dari Must Share News (9/9) mereka bertemu saat sama-sama berusia 21 tahun.
Ilustrasi kurir pengantar makanan. Foto: Instagram @vimall22 |
Kala itu, si wanita masih menempuh pendidikan untuk meraih gelar sarjana, sedangkan kekasihnya sudah bekerja penuh waktu sebagai pengantar makanan setelah menyelesaikan pendidikan diploma.
Tiga tahun berlalu, kehidupan keduanya mulai berbeda. Si wanita kini telah bekerja di perusahaan dan mampu membiayai kebutuhan serta berbagai tanggungannya sendiri.
Sementara itu, kekasihnya masih menjalani pekerjaan sebagai pengantar makanan. Hubungan mereka pun disebut sudah cukup serius.
Keduanya bahkan pernah membicarakan rencana untuk menikah sehingga persoalan pekerjaan dan keuangan mulai menjadi hal yang lebih dipikirkan oleh wanita tersebut.
Ia menjelaskan sang kekasih sebelumnya pernah dua kali mendaftar melalui Suruhanjaya Perkhidmatan Awam (SPA) untuk menjadi polisi. Namun, kedua upaya tersebut tidak berhasil.
Ilustrasi kurir pengantar makanan. Foto: Instagram @vimall22 |
Setelah itu, wanita tersebut mengaku tidak melihat adanya usaha serius dari kekasihnya untuk mencari pekerjaan lain yang dianggap lebih stabil.
Ia pun mulai mempertanyakan bagaimana keduanya akan membangun kehidupan bersama jika kondisi finansial masih seperti sekarang.
"Saya tidak mengatakan menjadi pengantar makanan penuh waktu itu buruk, tetapi dari sudut pandang saya, saya tidak merasa penghasilannya cukup stabil untuk menafkahi keluarga," tulisnya.
Wanita itu sebenarnya sudah beberapa kali menyarankan kekasihnya mencoba pekerjaan kantoran atau retail.
Menurutnya, pekerjaan tersebut bisa memberikan penghasilan yang lebih stabil, sementara pekerjaan sebagai pengantar makanan tetap dilakukan sebagai pekerjaan sampingan.
Namun, ia mengaku si kekasih kerap mengatakan akan mencobanya nanti. Kekasihnya juga disebut lebih suka jadi pengantar makanan karena sifatnya fleksibel dan tidak bekerja untuk orang lain.
Selain persoalan pekerjaan, wanita tersebut mengaku khawatir karena tidak melihat banyak tabungan yang dimiliki kekasihnya meski sudah bekerja selama beberapa tahun.
Kondisi itu membuatnya merasa keduanya mungkin memiliki cara pandang yang berbeda mengenai masa depan.
Meski demikian, ia tidak menampik bahwa kekasihnya merupakan sosok yang baik dan selalu memperlakukannya dengan istimewa.
Kekasihnya disebut kerap membayarkan makanan, rela menempuh perjalanan jauh untuk bertemu dengannya, bahkan pernah mengantarnya ketika mengikuti wawancara kerja.
"Dia tipe orang yang rela mengorbankan semua yang dimilikinya hanya agar saya bahagia," ungkapnya.
Unggahannya pun ramai ditanggapi netizen, ada yang pro dan kontra. "Kalau menurutku sih, selagi pasangan kita pekerja keras dan tanggung jawab gak masalah," tulis netizen.
"Sejauh yang udah aku jalani di rumah tangga, pasangan yang setara sama kita, termasuk bertanggung jawab itu yang utama," tulis netizen lainnya.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN