Bukan Cuma Paru-paru, Makanan Juga Harus Dilindungi dari Abu Vulkanik

Bukan Cuma Paru-paru, Makanan Juga Harus Dilindungi dari Abu Vulkanik

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 07 Sep 2026 13:00 WIB
Makanan di meja
Foto: Getty Images/ Orbon Alija
Jakarta -

Abu vulkanik dari erupsi gunung Anak Krakatau kini sudah menyebar ke Jabodetabek. Selain waspada terhirup tubuh, makanan dan minuman juga perlu dijaga agar terhindar dari paparannya.

Gunung Anak Krakatau termasuk gunung api aktif yang belakangan ini sedang mengalami erupsi terus menerus. Hal tersebut menyebabkan tersebarnya abu vulkanik ke sejumlah wilayah, termasuk Jabodetabek.

Selain menjaga diri, penting juga untuk menjaga makanan dan minuman di rumah dari paparan abu vulknaik tersebut. Mengingat debu vulkanik umumnya terdiri dari partikel halus yang bisa mengendap di berbagai permukaan makanan dan minuman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lagi ada abu vulkanik, yang perlu kita lindungi bukan cuma paru tapi juga makanan dan minuman kita. Kalau makanan kita terpapar, juga bahaya," ujar ahli gizi dr. Diana Suganda dalam unggahan videonya di Instagram.

ADVERTISEMENT

Dokter spesialis gizi klinik ini mengungkap sejumlah hal yang bisa dilakukan untuk menjaga makanan dan minuman tetap aman dari paparan abu vulkanik tersebut.

1. Tutup semua makanan dan minuman

Makanan di mejaMakanan dan minuman sebaiknya ditutup rapat agar terhindari dari paparan abu. Foto: Getty Images/ Orbon Alija

dr. Diana menyarankan untuk menutup rapat semua makanan dan minuman, terutama untuk makanan yang sudah matang. Selain menjaga makanan dari paparan debu vulkanis, cara ini juga bisa menghindari datangnya serangga atau hewan kecil.

Makanan yang sudah matang bisa dimasukkan ke dalam wadah kedap udara atau plastik pembungkus. Kamu bisa juga menggunakan tudung saji jika makanan dihidangkan di meja. Untuk minuman, kamu bisa menutupnya menggunakan penutup gelas.

2. Simpan makanan dalam tempat tertutup

Makanan di mejaPenting juga untuk menyimpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup. Foto: Getty Images/ Orbon Alija

Cara kedua yang disarankan oleh ahli gizi ini yaitu menyimpan makanan dalam tempat tertutup agar tidak terpapar abu.

Buah dan sayur yang baru dibeli juga sebaiknya benar-benar dicuci bersih. Barulah dipotong dan disimpan dalam wadah tertutup.

"Kalau kita beli buah sayur, biasanya kan kita cuci biasa. Nah ini tuh bener-bener cucinya harus menyeluruh, harus bener-bener diulang, baru kita potong-potong dan simpan dalam wadah tertutup," jelasya dalam video.

3. Hindari mengonsumsi makanan yang sudah terpapar

Jika kondisi makanan dan minuman di meja sudah terpapar dengan abu dan sulit dibersihkan, menurut dr.Diana, sebaikya makanan tersebut tidak dimaka dan lebih baik membuat makanan baru.

"Jadi jangan sayang makanan sampai akhirnya malah kita terkena dampak abu vulkanik itu," ujarnya.

Menurut dr. Diana, sebenarnya tidak ada makanan, vitamin, atau 'detoks' tertentu yang bisa membuat seseorang kebal terhadap abu vulkanik.

"Jadi jangan fokus mencari "makanan penangkal abu" ya. Yang utama adalah mengurangi paparan dan menjaga makanan serta air tetap aman," tulisnya dalam keterangan Instagram.

Dalam kondisi seperti ini, ahli gizi tersebut juga menyarankan masyarakat untuk tidak panik dan berusaha mengurangi paparan abu dengan melakukan tips-tips yang ia berikan.



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads