5 Trik Supermarket yang Bikin Kamu Belanja Lebih Banyak Tanpa Sadar

5 Trik Supermarket yang Bikin Kamu Belanja Lebih Banyak Tanpa Sadar

Diah Afrilian - detikFood
Jumat, 04 Sep 2026 09:30 WIB
An attractive young millenial reading food label before buying, at the supermarket
Foto: Getty Images/Kanawa_Studio
Jakarta -

Pihak supermarket punya trik untuk membuat pelanggan belanja lebih banyak. Trik ini sering kali tidak disadari pelanggan, mulai dari penempatan tanda harga hingga produk makanan.

Supermarket jadi tujuan populer mereka yang ingin mencari kebutuhan harian, terutama bahan makanan segar atau produk makanan/minuman kemasan.

Selayaknya bisnis lain, supermarket pun berharap penjualan yang tinggi. Karena itu, mereka menerapkan beberapa trik demi menarik perhatian pelanggan dan membuat mereka belanja lebih banyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Taste of Home (6/8/2024), trik supermarket ini terlihat dari penanda harga hingga tata letak produk di sana. Berikut informasinya:

ADVERTISEMENT
Closeup - Woman shopping in supermarket and reading product information. Costumer buying food at the market.Label promosi di supermarket sengaja dibuat mencolok untuk menarik perhatian pembeli. Foto: Getty Images/iStockphoto/oatawa

1. Penanda Harga Promosi

Ketika berbelanja biasanya label kuning akan dicari paling utama. Label kuning menandakan sebuah produk sedang ditawarkan dengan harga atau paket promosi yang lebih murah.

Ternyata ada alasan di balik pemilihan warna kuning. Warna kuning akan lebih mencolok di antara label harga warna putih maupun warna-warna produk.

Selain itu, biasanya penanda harga promosi juga dicetak lebih besar. Tujuannya untuk mengganggu perhatian pembeli dan setidaknya melirik pada produk yang ditawarkan dengan harga khusus.

2. Sayuran yang Basah

Sayuran dan buah di supermarket selalu tampak segar dan menggiurkan. Faktanya sayuran di supermarket tidak sesegar yang dibayangkan.

Ada pekerja supermarket yang akan bertanggung jawab untuk menyemprotkan air pada sayuran dan buah secara berkala. Begitupula dengan penempatannya yang berada di lemari pendingin.

Bulir-bulir air pada permukaannya akan memberikan kesan sayuran yang segar. Sehingga menarik perhatian pelanggan untuk dimasukkan ke dalam keranjang.

3. Minuman Dingin Ditaruh di Depan

Membayangkan waktu berbelanja yang panjang dan melelahkan, minuman dingin rasanya akan jadi jawaban tepat. Jika kamu menyadari, sebagian besar supermarket atau toko akan meletakkan lemari pendingin untuk minuman di bagian depan.

Tujuannya ialah memengaruhi psikologi pembeli yang baru datang atau ingin membayar. Setelah membayangkan atau merasakan lelahnya belanja, satu atau dua minuman akan tampak menyegarkan.

Tanpa disadari pembelian minuman dingin tanpa rencana akan berdampak pada pengeluaran saat belanja. Tidak sedikit para konsumen mengalami pengeluaran yang membengkak gegara tergiur dengan minuman kemasan yang manis dan dingin.

Di tengah tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menjadi perhatian pelaku pasar dan masyarakat, harga sejumlah kebutuhan pokok di berbagai supermarket dan pusat perbelanjaan modern masih terpantau stabil. Kondisi tersebut memberikan sedikit kelegaan bagi konsumen yang sempat khawatir pelemahan rupiah akan langsung berdampak pada kenaikan harga barang sehari-hari.Secara berkala, tata letak produk di supermarket diubah untuk mengecoh pembeli. Foto: Pradita Utama/detikFoto

4. Tata Letak yang Diubah

Secara berkala, supermarket akan mengubah tata letak produk mereka. Pelanggan jadinya akan memutar dari rute biasanya dan melihat lebih banyak produk yang ditawarkan.

Begitupula pada rak-rak di lorong supermarket. Produk dengan harga yang paling mahal akan diletakkan sejajar dengan pandangan pelanggan.

Biasanya makanan manis akan disimpan pada rak bawah dengan tujuan sejajar pada mata anak-anak. Trik ini menjadi salah satu permainan psikologi yang dilakukan untuk mengundang lebih banyak pelanggan membeli produk dengan harga tertinggi.

5. Keranjang Besar

Sebelum masuk supermarket, biasanya ada area untuk troli atau keranjang belanja. Troli atau kereta dorong dan keranjang belanja sengaja didesain dengan ukuran besar.

Tujuannya tak hanya memudahkan pelanggan berbelanja dalam jumlah banyak, tetapi juga memengaruhi psikologi pembeli saat mengambil barang-barang dari rak.

Ketika kereta atau keranjang belanja terasa kosong, pembeli akan mempertanyakan apakah jumlah produk mencukupi kebutuhan? Dengan begitu, pengunjung akan tergerak mengambil lebih banyak produk dan dimasukkan ke dalam kereta atau keranjang belanjanya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads