Pria ini rajin mengumpulkan botol dan kaleng minuman bekas sepulang kerja. Dalam waktu hampir dua bulan, ia berhasil mengantongi lebih dari S$1.000 (Rp14 juta). Begini kisahnya.
Mengumpulkan botol minuman dan kaleng bekas ternyata bisa menghasilkan uang cukup banyak. Seorang pria 53 tahun di Singapura berhasil mengumpulkan lebih dari S$1.000 (Rp14 juta) setelah hampir dua bulan mencari wadah minuman bekas dan menukarkannya melalui mesin Beverage Container Return Scheme (BCRS).
Program BCRS Singapura sendiri dimulai pada 1 April. Setiap wadah minuman plastik dan logam yang memenuhi ketentuan dikenakan deposit S$0,10 (Rp1.200) saat dibeli.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deposit tersebut dapat diklaim kembali setelah wadah kosong dikembalikan melalui mesin BCRS menggunakan kartu uang digital seperti SimplyGo EZ-Link atau DBS PayLah!.
Cuma Modal Pungut Botol Minuman Bekas, Pria Ini Cuan Rp14 Juta! Foto: Site News |
Dilansir dari STOMP (02/09/2026), pria yang tidak disebutkan namanya itu bekerja di sekitar Amoy Street Food Centre. Selepas bekerja, ia berkeliling menggunakan sepeda untuk mencari botol dan kaleng yang ditinggalkan orang lain.
Ia sering menyusuri kawasan Geylang dan Tanjong Pagar karena banyak orang minum pada malam hari. Tak jarang, ia menemukan kaleng kosong yang sengaja diletakkan di dekat tempat sampah setelah minumannya habis.
Pria tersebut memperkirakan berhasil mengumpulkan sekitar 100 botol dan kaleng minuman bekas. Dalam sehari, ia biasanya mendapatkan pengembalian dana sekitar S$10-S$20 (Rp140 ribu - Rp280 ribu) yang masuk ke kartu EZ-Link miliknya.
Cuma Modal Pungut Botol Minuman Bekas, Pria Ini Cuan Rp14 Juta! Foto: Site News |
Ketika akhir pekan dan tidak bekerja, ia bahkan bisa keluar mencari botol dan kaleng hingga tiga kali sehari. Setelah menjalani aktivitas tersebut selama hampir dua bulan, saldo pengembalian dana yang terkumpul di kartu EZ-Link miliknya telah melampaui S$1.000.
Kebiasaan mencari wadah minuman bekas ternyata juga dilakukan warga lain. Seorang warga di pusat kuliner mengaku bisa mendapatkan sekitar S$2-S$3 per hari (Rp28 ribu - Rp42 ribu). Uang tersebut digunakan untuk membantu membayar biaya transportasinya.
Aktivis lingkungan di Singapura sekaligus salah satu pendiri Cloop, Li Wei, menilai fenomena ini sebagai perkembangan yang positif. Menurutnya, adanya nilai pada wadah minuman bekas dapat mengubah cara masyarakat memandang sampah.
"Sebagian orang merasa jumlahnya terlalu kecil dan tidak sepadan dengan waktu yang dihabiskan. Namun, bagi orang lain, pengembalian 10 sen untuk satu wadah minuman jika dikumpulkan bisa menjadi beberapa dolar atau lebih. Jumlah itu dapat membantu membayar ongkos bus," ujar Li.
Meski demikian, ia menyoroti persoalan kebersihan karena sebagian orang sampai mencari botol di dalam tempat sampah. Li menyarankan penyediaan wadah khusus agar masyarakat dapat meletakkan botol dan kaleng tanpa membuat orang lain harus mengorek sampah.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN