Heboh Tumpukan Cokelat Kedaluwarsa Dibuang di Jalan, Langsung Diserbu Warga

Heboh Tumpukan Cokelat Kedaluwarsa Dibuang di Jalan, Langsung Diserbu Warga

Atiqa Rana - detikFood
Senin, 31 Agu 2026 16:30 WIB
Heboh Tumpukan Cokelat Kedaluwarsa Dibuang di Jalan, Langsung Diserbu Warga
Foto: X / @DealsDhamaka
Jakarta -

Sebuah video viral memperlihatkan kerumunan orang di sebuah area di India. Rupanya kerumunan tersebut terjadi karena ada tumpukan banyak cokelat kedaluwarsa dibuang yang langsung menarik perhatian warga.

Makanan gratis memang sering menarik perhatian. Terlebih ketika makanan tersebut dibiarkan begitu saja di pinggir jalan. Hal ini bisa menciptakan kerumunan tak terkendali. Tetapi perlu diperhatikan juga makanan yang dibagikan apakah masih aman atau sudah lewat batas konsumsi. Jangan sampai seperti insiden satu ini di mana tumpukan cokelat yang dibuang begitu saja langsung menciptakan kerumunan warga India.

Belum lama ini beredar video menunjukkan orang-orang bergegas mengumpulkan cokelat dan permen yang dibuang begitu saja. Dilansir dari ndtv.com (25/8), diketahui cokelat dan permen itu dibuangnya di area jalan raya Panki, dekat pabrik pupuk. Alasan cokelat tersebut dibuang karena sudah kedaluwarsa sehingga tidak layak jual.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah berita tersebut menyebar, sejumlah besar warga di daerah tersebut berkumpul ke lokasi. Tanpa ragu, warga mengambil camilan manis ini dalam jumlah yang sesuai mereka inginkan. Ada yang membawa satu kardus, dua kardus, bahkan lebih.

ADVERTISEMENT

Dalam video yang beredar, terekam orang-orang memungut cokelat dan permen tersebut dari jalanan lalu memasukkannya ke dalam tas dan kotak kardus. Setelah mengumpulkan barang gratis ini, mereka langsung meninggalkan area dengan sepeda, sepeda motor, atau bahkan jalan kaki.

Heboh Tumpukan Cokelat Kedaluwarsa Dibuang di Jalan, Langsung Diserbu WargaBegini kerumunan orang yang mengambil cokelat gratis tersebut. Foto: X / @DealsDhamaka

Video ini dibagikan oleh seorang netizen yang awalnya mengaku sedang melewati kawasan industri Panki. Lalu ia melihat sebuah truk pengangkut cokelat tiba di tempat pembuangan sampah terdekat jalan tersebut. Ia menduga bahwa beberapa kardus cokelat diturunkan dan dibuang di sana, sehingga orang sekitarnya bergegas ke lokasi dan mulai memungutnya.

Laporan menunjukkan bahwa banyak dari warga sekitar mengambil cokelat tanpa memeriksa detail kemasan atau mengetahui informasi bahwa produk tersebut sudah kedaluwarsa. Karena sebenarnya tanggal kedaluwarsanya adalah tahun 2024 lalu.

Pria yang merekam video ini mengklaim dirinya sudah coba memperingatkan orang-orang agar tidak mengonsumsi cokelat tersebut karena sudah melewati tanggal kedaluwarsa. Namun, peringatannya sebagian besar diabaikan.

Konfirmasi resmi mengenai insiden ini masih ditunggu. Pihak berwenang masih belum mengeluarkan pernyataan resmi dan rinci mengenai masalah ini.

Menurut laporan The Times of India, DCP West SM Qasim Abidi mengungkap jika pihak berwenang telah diberi tahu tentang video viral tersebut. Ia juga menambahkan bahwa petugas yang bertanggung jawab di Kantor Polisi Panki telah diarahkan untuk menyelidiki masalah tersebut.

Heboh Tumpukan Cokelat Kedaluwarsa Dibuang di Jalan, Langsung Diserbu WargaPadahal tumpukan cokelat tersebut sebenarnya sudah kedaluwarsa. Foto: X / @DealsDhamaka

Sama seperti lainnya, makan makanan kedaluwarsa juga merupakan hal yang berbahaya untuk dilakukan. Jika mengonsumsi makan kedaluwarsa atau melewati batas kualitas, seseorang bisa terkena dampak gangguan pencernaan, seperti mual, muntah, dan diare akibat kontaminasi bakteri serta jamur.

Cokelat yang sudah kedaluwarsa atau basi biasanya ditandai dengan perubahan aroma, rasa, dan muncul tanda fisik jelas. Misalnya, aromanya tengik atau asam. Lalu tumbuh jamur atau bintik-bintik di permukaannya. Tekstur cokelat yang sudah basi juga biasanya sangat keras, berbutir, berkerut, atau bahkan lembek. Ketika dimakan, rasanya juga bisa berubah menjadi sangat pahit, hambar, atau terasa seperti jamur dan tengik.



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads