Ukuran porsi makan sering lebih besar dari yang disadari. Ternyata ada kesalahan umum yang harus dihindari agar porsi makan lebih terkendali.
Mengatur pola makan tak hanya soal memilih makanan yang bergizi, tapi jumlah makanan juga perlu diperhatikan. Hal ini penting agar asupan harian tetap sesuai kebutuhan.
Tanpa disadari, kebiasaan sederhana saat makan bisa membuat jumlah asupan menjadi lebih banyak. Hal ini dapat terjadi bahkan ketika sedang mengonsumsi makanan sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memahami ukuran porsi dapat membantu seseorang lebih sadar terhadap makanan yang masuk ke tubuh. Cara sederhana seperti mengukur makanan juga bisa membantu mengontrol jumlahnya.
Baca juga: Heboh MSG di Malaysia Disebut Mengandung Babi, Pemerintah Beri Klarifikasi
Dilansir dari Verywell Fit, (12/6/2026), ini takaran 5 makanan yang benar:
Konsumsi sereal ternyata ada takarannya dan tak disarankan berlebihan. Foto: detikFood/Riska Fitria |
1. Sereal
Sereal sering langsung dituangkan ke mangkuk tanpa memperhatikan takaran saji, padahal jumlah yang terlihat biasa saja bisa ternyata mencapai dua porsi atau lebih.
Takaran sereal juga berbeda berdasarkan jenis dan kepadatannya. Granola, kacang, atau sereal padat bisa memiliki berat berbeda dari sereal berbentuk serpihan.
Agar lebih mudah mengontrolnya, coba ukur sereal sebelum dituangkan. Konsumsi sereal disarankan 3/4 cup atau setara dengan 90-170 gram per porsinya.
2. Ayam Potong
Dada ayam dikenal sebagai sumber protein yang baik dan sering menjadi pilihan dalam menu sehat. Namun, ukuran satu potong ayam bisa jauh lebih besar daripada porsi yang dibutuhkan.
Satu porsi ayam untuk 1 orang yang benar sekitar 3-4 ons atau 85-113 gram. Ukuran tersebut kurang lebih dapat dibandingkan dengan setumpuk kartu untuk memudahkan perkiraan.
Kebutuhan setiap orang tentu bisa berbeda berdasarkan usia, aktivitas, dan kondisi tubuh. Karena itu, ukuran porsi sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
3. Krimer pada Kopi
Kopi hitam relatif mudah dikontrol, tetapi tambahan seperti krimer bisa membuat asupan meningkat. Apalagi jika menuangkan krimer langsung tanpa mengukur jumlahnya terlebih dahulu.
Satu porsi liquid creamer umumnya sekitar satu sendok makan. Jika digunakan berkali-kali dalam beberapa cangkir kopi, jumlah gula dan kalorinya dapat bertambah.
Cara sederhana untuk mengontrolnya adalah menggunakan sendok takar. Langkah ini membuat jumlah creamer yang digunakan lebih mudah diketahui dan dicatat.
Konsumsi roti tawar juga harus disesuaikan dengan jenis rotinya. Foto: Getty Images/seb_ra |
4. Roti
Satu lembar roti belum tentu memiliki kandungan kalori yang sama dengan merek lainnya. Roti yang lebih padat dan tebal dapat mengandung kalori lebih banyak dibandingkan roti yang lebih ringan.
Sebaiknya jangan hanya menghitung jumlah lembar roti saat memperkirakan asupan. Perhatikan pula informasi nilai gizi pada kemasan untuk mengetahui ukuran sajian yang sebenarnya.
Roti gandum yang lebih tebal juga dapat menawarkan serat dan protein lebih banyak. Jadi, kualitas makanan tetap perlu diperhatikan selain sekadar menghitung kalori.
5. Buah-buahan
Buah segar bisa menjadi alternatif dessert tinggi lemak yang lebih baik. Namun, porsinya tetap perlu diperhatikan jika sedang menghitung kalori atau asupan gula.
Contohnya, satu porsi anggur hanya sekitar satu cangkir atau 16 butir. Makan langsung dari mangkuk bisa membuat jumlah yang dikonsumsi tanpa sadar lebih banyak.
Agar lebih akurat, buah bisa ditimbang menggunakan timbangan makanan. Cara ini membantu mengetahui porsi yang dikonsumsi, terutama bagi yang sedang mengatur asupan kalori.
Baca juga: Kemang Yokocho: Cicip Lezatnya Miso Ramen di Resto Favorit Aqeela Calista



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN