Peternakan sapi Dago Dairy pamit setelah hampir dua tahun kesulitan mencari pekerja. Dua putra pemilik juga tak ingin meneruskan usaha peternakan sapi tersebut.
Dago Dairy menghadapi tantangan besar dalam menjalankan usaha peternakan sapinya. Kondisi ini akhirnya mendorong pemilik mengambil keputusan untuk menghentikan operasional.
Pihaknya mengumumkan akan berhenti beroperasi setelah hampir dua tahun menghadapi kendala kekurangan tenaga kerja.
Keterbatasan Tenaga Kerja
Dalam video yang dibagikan di Instagram @dago_dairy (27/9), pemilik Dago Dairy, Mark Hallet atau yang akrab di sapa Mr. Mark dan istrinya, Yanti menjelaskan bahwa mereka kesulitan mendapatkan pekerja untuk mengelola peternakan.
Kondisi tersebut membuat pekerjaan di peternakan harus ditangani dengan tenaga yang terbatas.
"Hampir dua tahun kami kekurangan karyawan. Anak muda tidak berminat untuk bekerja di peternakan," ujar Mr. Mark dalam video tersebut.
Butuh Tenaga Esktra
Keterbatasan tenaga kerja akhirnya membuat pengelola harus bekerja lebih lama untuk memastikan peternakan tetap berjalan.
Bahkan, salah satu pengelola disebut harus bekerja dalam dua shift sehingga tidak memiliki cukup waktu untuk merawat sapi maupun memperbaiki kandang.
"Saya harus bekerja dua shift. Saya tidak punya waktu untuk merawat sapi dengan baik atau memperbaiki kandang," lanjutnya.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(raf/adr)