Sosok bang Baneng, penjual mie Aceh di Aceh Utara tengah menarik perhatian karena konsep jualan unik. Jualan dari atas pohon, bang Baneng menerapkan cara pesan dan bayar tak biasa.
Pemilik bisnis kuliner umumnya menjual makanan mereka dalam gedung atau jika konsepnya kaki lima, lewat gerobak hingga warung tenda pinggir jalan. Namun, tidak dengan pria di Aceh Utara ini yang menarik perhatian banyak orang karena konsep jualan berbeda.
Pria yang akrab disapa Bang Baneng tersebut berjualan mie Aceh dari atas pohon manggis. Kepada detikFood (24/8), bang Baneng mengungkap jika keputusan ini dipilih karena ia terhalang modal untuk menyewa tempat. Akhirnya ia memanfaatkan pohon manggis yang sempat dipanen sebagai tempat utama jualan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses jual beli mie Aceh di atas pohon mungkin terdengar unik, tetapi sedikit mengerikan. Proses pemesanan dan penyajian mie ke pelanggan juga terdengar rumit.
Namun, dalam unggahan video di akun Instagram @bangbaneng1 dan TikTok @bangbaneng, pria ini suka membagikan momen ketika ia berjualan di atas pohon. Bang Baneng juga suka melakukan live streaming di TikTok, sehingga penonton dari berbagai daerah bisa melihat aksinya ketika berjualan. Selama jualan di atas pohon, pria ini juga selalu menggunakan alat pengaman.
Bang Baneng biasanya meletakkan pesanan makan di ember seperti ini. Foto: Instagram @bangbaneng1 dan TikTok @bangbaneng |
Jika dilihat dari unggahan video, bang Baneng biasanya menaikkan alat-alat masak dan bahan-bahan ke atas pohon menggunakan bantuan ember dan tali. Kompor portable, mie, bumbu, wajan, dan bahan lainnya ditarik satu persatu ke atas pohon lalu digantung.
Untuk proses pemesanannya, dari salah satu video bang Baneng, terlihat jika pelanggan biasanya datang langsung ke pohon tempat ia berjualan. Setelah bang Baneng selesai masak, pesanan pelanggan akan diantar ke bawah pakai ember yang dikaitkan dengan tali.
Proses pembayarannya pun bisa melalui uang tunai. Ketika pesanan sampai di bawah, pelanggan bisa meletakkan uang tunai tersebut ke dalam ember. Jika ada kembalian, bang Baneng akan mengembalikannya lagi lewat ember gantung tersebut.
Pembayarannya bisa melalui uang tunai yang tinggal diletakkan di ember seperti ini. Foto: Instagram @bangbaneng1 dan TikTok @bangbaneng |
Namun, pria ini sudah menyiapkan pembayaran lebih praktis, yaitu lewat QRIS. Kode QRIS yang sudah di print dan dilaminating bang Baneng ikut digantung di ember tersebut, sehingga ketika pesanan sampai ke bawah, pelanggan bisa langsung scan dan bayar.
Siapa sangka ide kreatif ini membuahkan hasil yang positif. Jualannya pun menjadi viral dan ramai.
Untuk saat ini, bang Baneng menjual empat menu yaitu Mie Aceh Polos, Mie Aceh Telur, Mie Aceh Bakso, dan Indomie pakai rempah Aceh yang harganya berkisar Rp10.000 - Rp15.000.
Tetapi bang Baneng juga menawarkan pembayaran lewat QRIS. Foto: Instagram @bangbaneng1 dan TikTok @bangbaneng |
Lokasi jualannya ada di Desa Teungku, Banda Pirak, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara. Buka setiap hari kecuali Jumat, puku 14.00-17.30 WIB. Namun, jika ada hujan dan angin kencang, pria ini tidak membuka usahanya.




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN