5 Makanan Khas Maulid Nabi di Daerah, Tradisinya Unik dan Penuh Makna

5 Makanan Khas Maulid Nabi di Daerah, Tradisinya Unik dan Penuh Makna

Yenny Mustika Sari - detikFood
Selasa, 25 Agu 2026 14:00 WIB
Kirab Ampyang Maulid di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus, Sabtu (8/10/2022).
Foto: Dian Utoro Aji/detikJateng
Jakarta -

Maulid Nabi di Indonesia diperingati dengan tradisi unik. Seperti menyajikan makanan khas dari berbagai daerah, di antaranya ada ketupat sumpil hingga telur male.

Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati sebagai hari lahir Nabi Muhammad yang jatuh setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriyah. Maulid Nabi ini juga kerap disebut sebagai Maulud.

Maulid Nabi dirayakan dengan beragam tradisi di Indonesia. Makanan khas yang disajikan oleh berbagai daerah juga terkesan unik dan hanya disajikan saat Maulid Nabi saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keunikan makanan khas tradisi Maulid Nabi itu meliputi ketupat sumpil, ampyang Maulid, hingga telur male. Sajian tersebut ditemui pada perayaan Maulid Nabi di Kudus hingga Bali.

ADVERTISEMENT

Berikut 5 makanan unik yang menjadi tradisi Maulid Nabi di berbagai daerah:

1. Ampyang Maulid

Di Kudus, Jawa Tengah, ada tradisi yang selalu dilakukan saat peringatan Maulid Nabi. Yaitu tradisi Ampyang Maulid yang biasanya dilakukan di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kudus.

Tradisi ini memiliki acara puncak berupa festival. Sesuai namanya, festival ini akan menghadirkan sejumlah gunungan yang dihias ampyang atau kerupuk. Selain itu juga ditambah dengan sebungkus nasi kepal bungkus daun jati.

Sajian ampyang ini secara turun-temurun telah digunakan untuk bersedekah. Kerupuk itu dibuat dari ketela dan diberikan warna-warni.

2. Kue Kolombengi

Tak hanya dari tanah Jawa saja makanan khas Maulid Nabi dapat ditemui, tapi juga dari Gorontalo. Di daerah ini kerap disajikan kue kolombengi setiap memperingati Maulid Nabi.

Kue kolobengi ini mirip seperti bolu dengan tekstur yang agak keras. Rasanya manis dan sensasi telurnya sangat terasa. Biasanya kue ini juga disajikan bersama lalampa nasi kuning dan bajo.

3. Ketupat Sumpil

Ketupat sumpil juga menjadi makanan khas yang disajikan saat memperingati Maulid Nabi di Kecamatan Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah. Sajian ketupat sumpil ini terbuat dari olahan beras ketan yang dibungkus daun pisang atau daun bambu.

Sajian ini bisa disantap menggunakan parutan kelapa atau serundeng pedas dengan bumbu sambal. Ternyata, ada filosofi di balik sajian ketupat sumpil, memiliki makna keseimbangan hidup antar sesama manusia.

Ketupat sumpil ini sudah dikenal sejak zaman Sunan Kalijaga. Bagi warga Kaliwungu, sajian ini tak hanya sekadar makanan tapi juga simbol hubungan antara manusia dan Tuhan.

4. Telur Male

Masyarakat Bali juga memiliki tradisi unik dalam memperingati Maulid Nabi. Sajian telur male dihadirkan dalam festival yang mereka gelar sebagai tradisi unik.

Tradisi ini kerap dilakukan oleh warga di kampung muslim Desa Loloan Timur, Jembrana. Pada tradisi ini menghadirkan telur yang dihias menggunakan kertas warna-warni.

Selain telur juga terbuat dari untaian buah-buahan. Biasanya diselenggarakan di masjid besar lingkungan tersebut.

5. Nasi Ulam Sari

Warga Pacitan, jawa Timur juga memiliki sajian unik untuk merayakan Maulid Nabi. Makanan yang disajikan adalah nasi ulam sari.

Olahan nasi ini sajiannya terdiri atas nasi berbentuk tumpeng yang disajikan bersama lauk berupa ayam utuh. Ayam utuh pada sajian ini hanya direbus.

Ternyata sajian nasi ulam sari ini memiliki makna tersendiri. Sebagai simbol penolak bala atau agar terhindar dari bahaya dan mendapat keberkahan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Potensi Besar Kuliner Indonesia Masuk Pasar Internasional "
[Gambas:Video 20detik] (yms/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads