Rujak Bang Shultan sempat sangat viral pada 2022-2023. Ia menawarkan racikan rujak dengan isian buah langka dan kuah unik. Kelezatan rujaknya bahkan masih diantre sampai sekarang!
Akhir 2022, Shultan membuka Rujak Bang Shultan di seberang mall Thamrin City, Jakarta Pusat. Usaha kuliner kaki limanya itu viral hingga menuai antrean panjang.
Pembeli rela antre sampai 4 jam lamanya. Banyak juga pegiat usaha jasa titip (jastip) yang menawarkan Rujak Bang Shultan. Tak heran kalau saat itu, Shultan bisa menjual sampai 1.000 porsi sehari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keunikan rujaknya terletak pada buah yang dipakai. Kuahnya juga berbeda dimana tidak memakai kacang dan terasi. Karena itu, Shultan menyebut rujaknya cocok dimakan kaum vegan/vegetarian.
Kini Jualan dari Bazar ke Bazar
Bang Shultan, sosok di balik Rujak Bang Shultan. Foto: Andi Annisa DR/detikFood |
Tim detikFood berbincang dengan Bang Shultan (18/8) yang minggu ini sedang berpartisipasi dalam festival kuliner di Margo City, Depok. Ia membuka lapaknya sejak 14 hingga 25 Agustus 2026.
Bang Shultan menuturkan kini dirinya dan tim sering ikut bazar kuliner. Ia bahkan keliling Indonesia menawarkan racikan rujak buah versinya.
Seporsinya dibanderol Rp50 ribu. Isinya melimpah dengan kuah rujak yang juga tak pelit. Pembeli tidak bisa request isian buah atau tingkat kepedasan karena menu yang dijual hanya satu jenis.
Rujak Unik Pakai Buah Langka dan Kuah Kecombrang
Proses meracik rujak dengan aneka buah. Foto: Andi Annisa DR/detikFood |
Rujak Bang Shultan tak seperti rujak buah pada umumnya. "Kita beda dari yang lain, bumbunya bumbu kecombrang, tanpa terasi dan tanpa kacang. Terus pakai buah-buahan langka kayak jambu mete, lobi-lobi, markisa, kecombrang, cermai, buah gowok, buah menteng, dan banyak lagi," ujarnya.
Lalu ada juga paduan buah reguler, seperti jambu air, jambu kristal, mangga, pepaya, nanas, bengkuang, sampai mentimun.
Menariknya lagi, kuah rujak ini tidak memakai kacang sama sekali. Teksturnya cenderung cair karena mengandalkan kecombrang dan buah langka yang digerus hingga menghasilkan air.
Kemudian ditambahkan gula merah bubuk, garam, dan cabai cukup banyak. Sensasi rasanya kompleks dan 'meledak' di mulut, tapi begitu nikmat!
Ada paduan rasam asam segar yang paling dominan, disusul rasa pedas dan manis. Untuk buahnya pakai yang segar-segar dengan tekstur renyah mengkal. Jadi terasa nikmat saat digigit!
Penambahan buah langka juga menghadirkan rasa yang istimewa. Untuk gowok terasa manis sepat saat kami cicip.
Laku 700 Porsi Sehari
Di festival kuliner Margo City, Rujak Bang Shultan bisa menjual rata-rata 700 porsi rujak sehari. Foto: Andi Annisa DR/detikFood |
Bang Shultan menuturkan di bazar Margo City, rata-rata ia menjual 700 porsi rujak sehari. Antreannya mengular sejak siang hingga malam.
Saat tim detikFood mampir pada Selasa (18/8) malam, kami menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk antre. Padahal Bang Shultan dan tim sudah menyiapkan sekitar 4 cobek untuk mengolah rujak, tapi ternyata pesanan membludak membuat mereka harus terus mengulek.
Menyoal menunya, Bang Shultan memberi tips menikmatinya. "Ini awet 1 minggu di kulkas. Kalau makannya besoknya makin enak. Kalau ada kuahnya itu berasal dari jambu mete atau markisa. Orang-orang sukanya yang berkuah," ujarnya.
Sebelum sukses jadi penjual rujak, Bang Shultan pernah bekerja di pelayaran. "Waktu itu pulang berlayar, kuliah lagi pas masa pandemi, nggak bisa berlayar kan. Yaudah jualan sambil kuliah, ternyata meledak, dan sekarang jadi penghasilan utama," kata Bang Shultan.
Ia mengandalkan resep racikan sendiri, tapi untuk pemakaian kecombrang terinspirasi dari resep rujak orang tuanya di Sukabumi. "Sebelumnya beliau jualan rujak skala kecil di Sukabumi," tutup Bang Shultan.
Tertarik mencicipi Rujak Bang Shultan? Kamu bisa menyambangi gerainya di Margo City sampai 25 Agustus 2026. Pastikan siap antre ya!
(adr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN