Sambal khas Nusantara terdiri dari beragam jenis, termasuk sambal goreng hingga sambal pete. Jenis sambal yang kini masih populer itu ternyata sudah tercantum dalam buku resep masakan pertama Indonesia pada abad ke-19 (1854).
Jenis sambal beserta resepnya itu dapat dibaca dalam Kokki Bitja, buku resep masakan karya Nonna Cornelia. Buku ini terbit pertama kali pada 1854 atau sekitar abad ke-19.
Buku ini diterbitkan kembali oleh Komunitas Bambu yang pengantarnya dituliskan oleh sejarawan JJ Rizal. Meski diterbitkan ulang, Kokki Bitja masih mempertahankan bahasa yang digunakan dalam buku, yaitu Melayu Pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 125 resep yang dituliskan dalam buku resep masakan pertama dengan anak judul 'Kitab Masakan Indis 1854)' itu, ada beberapa variasi sambal. Resep sambal-sambal itu bisa dilihat pada halaman 11 hingga 13.
3 Resep Sambal dalam Kokki Bitja
1. Sambal Goreng
Resep sambal pertama yang dituliskan oleh Nonna Cornelia adalah sambal goreng. Memang tak dijelaskan pasti takarannya, tapi diketahui kalau sambal goreng itu terbuat dari cabai merah, bawang, sereh, dan ebi kering. Pada racikan sambal goreng itu, sang penulis juga menambahkan terasi dan air asam Jawa sebagai penyedap.
2. Sambal Godok
Tak hanya yang goreng, tapi ada juga Resep Sambal Godok dituliskan oleh Nonna Cornelia. Dalam buku tersebut, ia menerangkan bahan-bahan untuk membuat sambal godok yang lezat, termasuk proses memasaknya yang menggunakan tambahan santan.
3. Sambal Dengdeng
Total ada 5 jenis sambal yang dituliskan resepnya. Tiga di antaranya ada sambal pete, sambal bumbu dengdeng, dan sambal babi.
Untuk sambal dengdeng dan sambal babi, Nonna Cornelia menggambarkan sambal itu sebagai bumbu pelengkap hidangan. Sambal-sambal itu diperuntukkan sebagai pelengkap sajian dendeng maupun olahan daging babi.
Jadi, Kokki Bitja bukan sekadar soal buku resep masakan, tapi termasuk dokumen sejarah yang menunjukkan peran rempah-rempah khas Nusantara ketika berpadu dengan gaya memasak bangsa Eropa pada era itu.
Buku resep berusia ratusan tahun ini juga digunakan sebagai sumber pengetahuan identitas kuliner Indonesia.
(yms/adr)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN