Kok Bisa Madu Berusia 3.000 Tahun dari Makam di Mesir Tetap Awet?

Kok Bisa Madu Berusia 3.000 Tahun dari Makam di Mesir Tetap Awet?

Diah Afrilian - detikFood
Kamis, 13 Agu 2026 18:00 WIB
Kok Bisa Madu Berusia 3.000 Tahun dari Makam di Mesir Tetap Awet?
Foto: Space Daily
Jakarta -

Peneliti berhasil menemukan madu berusia 3.000 tahun di pemakaman mesir kuno. Konon, madunya masih awet dalam kondisi bagus. Kok bisa? Ini penjelasannya.

Makanan bisa bertahan lebih lama dari perkiraan jika disimpan dalam kondisi yang tepat. Namun, ada beberapa jenis makanan yang punya kemampuan alami untuk tetap awet dalam waktu sangat panjang.

Kisah makanan kuno yang ditemukan dalam kondisi terawetkan menjadi salah satu buktinya. Dilansir dari Space Daily (8/8/2026), beberapa waktu lalu sekelompok peneliti menemukan madu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Madu tersebut ditemukan terkubur dalam sebuah wadah atau jar tak jauh dari pemakaman kuno di Mesir. Wadah madu disebut baru dibuka oleh arkeolog pada abad ke-20.

ADVERTISEMENT
Kok Bisa Madu Berusia 3.000 Tahun dari Makam di Mesir Tetap Awet?Penemuan wadah berisi madu di Mesir membuka mata arkeolog terkait daya tahan simpan madu. Foto: Space Daily

Setelah dilakukan pengamatan dan penelitian, ditemukan madu tersebut masih dalam kondisi yang baik. Ada beberapa temuan yang membuktikan sifat alami yang membuat madu tidak mudah rusak.

Salah satunya adalah kandungan air yang rendah. Madu matang umumnya hanya memiliki sekitar 17-18 persen air.

Kondisi tersebut membuat bakteri dan jamur sulit berkembang. Mikroorganisme membutuhkan air yang cukup agar dapat tumbuh dan berkembang biak.

Madu juga memiliki kadar gula yang sangat tinggi. Gula tersebut menciptakan tekanan osmotik yang dapat menarik air keluar dari sel mikroorganisme.

Akibatnya, mikroba yang masuk ke dalam madu akan kesulitan bertahan hidup. Lingkungan tersebut sangat berbeda dengan kondisi yang dibutuhkan bakteri untuk berkembang.

Kok Bisa Madu Berusia 3.000 Tahun dari Makam di Mesir Tetap Awet?Ada beberapa faktor yang menjadi alasan madu bisa bertahan hingga bertahun-tahun lamanya. Foto: Space Daily

Faktor lainnya adalah tingkat keasaman madu. Madu umumnya memiliki pH sekitar 3,2 hingga 4,5.

Keasaman tersebut turut menghambat pertumbuhan banyak jenis bakteri. Kondisi ini menjadi salah satu alasan madu dapat bertahan lama jika disimpan dengan baik.

Ada pula senyawa yang berasal dari proses pengolahan madu oleh lebah. Salah satunya berkaitan dengan enzim glucose oxidase.

Enzim tersebut dapat menghasilkan asam glukonat dan hidrogen peroksida. Senyawa hidrogen peroksida diketahui memiliki aktivitas antimikroba.

"Hanya beberapa bakteri atau mikroorganisme yang bisa bertahan dalam lingkungan seperti itu," jelas Amina Harris dari Honey and Pollination Center, UC Davis, California.

Bahkan sebelumnya, pada 2003, arkeolog juga menemukan residu yang diidentifikasi sebagai madu dalam wadah keramik di Georgia. Temuan tersebut diperkirakan berusia sekitar 5.500 tahun.



(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads