Nostalgia di Jogja! Retno Marsudi Makan Pecel di Warung Legendaris Dekat UGM

Nostalgia di Jogja! Retno Marsudi Makan Pecel di Warung Legendaris Dekat UGM

Beta Lukitasari - detikFood
Kamis, 13 Agu 2026 12:30 WIB
Retno Marsudi Makan Pecel di SGPC Bu Wiryo
Foto: Instagram/@retno_marsudi
Jakarta -

Menteri Luar Negeri RI periode 2014-2024, Retno Marsudi, berbagi momen kulineran di warung makan legendaris Jogja. Ia bahkan sudah punya template menu favorit.

Lewat akun Instagram pribadi @retno_marsudi (12/8/2026), ia mengungkap makanan favoritnya yang bikin nostalgia saat di Jogja. Dalam foto, tampak ia duduk di bangku kayu khas warung sembari menyantap sego pecel dan segelas minuman hangat.

Warung yang disambangi Retno adalah SGPC Bu Wiryo, yang berlokasi di kawasan Selokan Mataram, Sleman. Dalam keterangan fotonya, Retno menyebut warung SGPC (sego pecel) ini sangat legendaris di kalangan mahasiswa Jogja dari generasi ke generasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku sudah mengenal warung tersebut sejak masih berstatus mahasiswa UGM pada 1981-1985. Menariknya, menurut Retno, menunya sampai sekarang tidak berubah banyak meski sudah puluhan tahun berlalu.

Dalam kunjungannya, Retno memesan menu andalannya: pecel tanpa nasi, dilengkapi tempe, telur ceplok, kerupuk, serta segelas minuman sari hangat tanpa tambahan gula.

ADVERTISEMENT

Sejarah SGPC Bu Wiryo, Legenda Kuliner Kampus Biru

Tampak Depan SGPC Bu Wiryo 1959 Kota Jogja, pada 27 Oktober 2023.Tampak Depan SGPC Bu Wiryo 1959 Kota Jogja, pada 27 Oktober 2023. Foto: Elisabeth Meisya detikJogja

SGPC merupakan singkatan dari Sego Pecel, sebutan yang mulanya diberikan pelanggan sekitar era 1970-an untuk memudahkan penyebutan menu utama warung ini. Nama itu kemudian melekat dan menjadi identitas warung hingga sekarang, meski nama pendirinya sendiri adalah Bu Wiryo.

Warung ini dirintis pada 1959 oleh pasangan suami istri Dario dan Suyati, yang menyandang nama keluarga Wiryosoenarto.

Dikutip dari detikJogja (27/10/2023), awalnya mereka berjualan pecel di sisi timur kompleks Kantor Pusat Tata Usaha (KPTU) UGM. Saat itu lokasi tersebut masih di kawasan Pagelaran Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, sebelum kampus UGM pindah ke Bulaksumur.

Saat UGM memindahkan kegiatan akademiknya ke Bulaksumur, Bu Wiryo pun ikut berpindah dan sempat berjualan dengan cara digendong di bawah pohon sawo kecik, tak jauh dari Balairung UGM.

Barulah pada 1994, lokasi jualannya bergeser ke Jalan Agro CT VIII, Sleman, tepat di sisi utara Selokan Mataram, lokasi yang sama seperti tempat Retno bersantap dalam unggahannya.

Sejak awal berdiri, warung ini konsisten mempertahankan resep sekaligus suasana sederhananya seperti meja dan bangku panjang yang terbuat dari kayu, tanpa banyak polesan interior.

Menu andalannya adalah sego pecel dengan bumbu kacang khas, dilengkapi sayuran seperti kacang panjang, tauge, dan bayam, serta pilihan lauk seperti tempe, telur ceplok, dan kerupuk. Ada pula menu sop berisi kol, kentang, wortel, dan soun sebagai pelengkap.

Favorit Lintas Generasi, dari Mahasiswa hingga Pejabat

SGPC Bu WiryoSajian pecel di SGPC Bu Wiryo. Foto: Instagram dayu_nirma

Berkat lokasinya yang berada persis di lingkungan kampus, SGPC Bu Wiryo jadi tempat populer bagi mahasiswa UGM dari masa ke masa, termasuk mereka yang kini telah menduduki posisi penting di pemerintahan maupun dunia usaha.

Warung ini beberapa kali disebut media pernah disambangi tokoh-tokoh nasional alumni UGM, salah satunya Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Konsistensi rasa yang dijaga lintas generasi pengelola inilah yang membuat SGPC Bu Wiryo terus menjadi tempat bernostalgia, tak hanya bagi warga Yogyakarta, tapi juga alumni UGM yang kembali berkunjung ke kota pelajar.

Harga seporsi pecel di sini Rp20 ribu. Tersedia juga menu lain, seperti nasi sop (Rp33 ribu), ayam goreng (Rp10 ribu), dan aneka sate, seperti sate bakso, sate ayam, dan sate usus.

(adr/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads