Bikin Sendok yang Bisa Dimakan, Ilmuwan Ini Punya Bisnis Bernilai Rp3,7 M!

Bikin Sendok yang Bisa Dimakan, Ilmuwan Ini Punya Bisnis Bernilai Rp3,7 M!

Diah Afrilian - detikFood
Senin, 10 Agu 2026 07:00 WIB
Bikin Sendok yang Bisa Dimakan, Ilmuwan Ini Punya Bisnis Bernilai Rp3,7 M!
Foto: Food NDTV
Jakarta -

Ilmuwan India Narayana Peesapati menciptakan sendok yang bisa dimakan (edible). Inovasi ini menjadi alternatif alat makan sekaligus bisnis bernilai miliaran.

Penggunaan produk sekali pakai masih menjadi persoalan di berbagai negara. Benda yang hanya digunakan sebentar itu bisa meninggalkan masalah lingkungan dalam waktu sangat lama.

Berbagai inovasi pun bermunculan untuk mencari pilihan yang lebih berkelanjutan. Salah satunya datang dari India dengan memanfaatkan bahan pangan dalam bentuk yang tak biasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sendok plastik biasanya hanya menemani seseorang selama beberapa menit saat makan. Setelah itu, sendok dibuang dan membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di lingkungan.

ADVERTISEMENT
Bikin Sendok yang Bisa Dimakan, Ilmuwan Ini Punya Bisnis Bernilai Rp3,7 M!Seorang ilmuwan asal India, berinovasi melalui sendok yang dapat dimakan. Foto: Food NDTV

Dilansir dari Food NDTV, (6/8/2026), kondisi tersebut membuat Narayana Peesapati mencari alternatif yang lebih ramah lingkungan. Mantan ilmuwan International Crops Research Institute for the Semi-Arid Tropics (ICRISAT) itu kemudian menemukan ide unik.

Pada 2010, Peesapati mendirikan Bakeys Edible Cutlery di Hyderabad, India. Ia memperkenalkan sendok yang bukan hanya digunakan untuk makan, tetapi juga bisa disantap setelah digunakan.

Sendok tersebut dibuat dari bahan-bahan alami seperti beras, gandum, jowar dan lada hitam. Bahan-bahan itu diolah menjadi alat makan yang cukup kuat untuk digunakan saat menyantap makanan.

"Tidak ada lapisan, bahkan sepenuhnya bernutrisi. Kamu bisa memakan sendoknya," ujar Peesapati dalam wawancara dengan The Better India.

Bikin Sendok yang Bisa Dimakan, Ilmuwan Ini Punya Bisnis Bernilai Rp3,7 M!Tak disangka, inovasinya menciptakan bisnis bernilai Rp3,7 miliar. Foto: Food NDTV

Menurutnya, bahan utama sendok berupa jowar yang dicampur dengan beras dan gandum. Proses pembuatannya disebut menyerupai sayuran yang dikeringkan.

Setelah digunakan, konsumen bisa langsung memakan sendok tersebut. Jika tidak ingin menyantapnya, sendok dapat dibuang tanpa khawatir meninggalkan sampah plastik.

Sendok edible itu juga diklaim bisa digunakan untuk makanan dan minuman panas. Peesapati bahkan menyebut sendok tersebut dapat dipakai untuk mengaduk sup atau teh.

Namun, perjalanan Peesapati menciptakan produk tersebut membuatnya sempat menjaminkan apartemennya untuk mendapat pinjaman modal.

Beruntung, dari usaha yang dimulai dengan tantangan, bisnisnya kini berkembang menjadi sekitar Rs 2 crore atau setara dengan Rp3,7 miliar.



(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads