Meski sudah ratusan tahun lalu, peristiwa tenggelamnya kapal Titanic masih ada di ingatan banyak orang. Lihat lagi makanan yang disajikan untuk penumpang Titanic berdasarkan kelasnya.
Peristiwa tenggelamnya kapal Titanic pada 15 April 1912 menyedot perhatian. Banyak orang penasaran kapal mewah pada zamannya itu, termasuk menu bagi penumpang.
Ternyata menu yang disajikan tidak sama untuk penumpang setiap kelas kapal mewah rancangan arsitek Thomas Andrews itu. Menunya dibedakan untuk penumpang kelas 1, 2, dan 3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Makanan Penumpang Kelas 1 Kapal Titanic
Foto: Times of India |
Dikutip dari Times Of India (6/8), penumpang kelas 1 atau first class kapal Titanic mendapatkan menu paling mewah. Pada makan malam tanggal 14 April 1912, mereka menikmati menu multi-course.
Penumpang bisa pilih dari tiram, consommΓ© dan sup krim, poached salmon dengan saus mousseline, filet mignon, anak bebek panggang, daging domba dengan saus mint, sirloin, dan burung dara muda panggang.
Hidangan penutup atau dessert-nya pun istimewa, termasuk puding Waldorf, buah peach dalam jeli Chartreuse, Γ©clair, es krim ala Prancis, serta aneka keju dan buah segar.
Semua menu yang tersedia merupakan perwujudan pengalaman bersantap mewah ala era Edwardian yang sangat kental dengan pengaruh kuliner Prancis.
Makanan Penumpang Kelas 2 Kapal Titanic
Meskipun tidak semewah menu penumpang kelas satu, layanan makan kelas dua dianggap luar biasa pada zamannya. Para sejarawan mencatat bahwa kualitas makanannya melampaui apa yang biasa dinikmati oleh banyak pelancong kelas menengah di darat.
Menu sarapannya mencakup ginjal sapi panggang dengan bacon, olahan ikan hering asap, sosis panggang, sandwich, serta kentang. Sedangkan untuk makan siang dan malam tersaji daging sapi panggang, ayam, ikan, panggang, puding, pastry, aneka kue, keju, dan kopi.
Penumpang mendapatkan sajian yang berlimpah dan bervariasi sepanjang pelayaran.
Makanan Penumpang Kelas 3 Kapal Titanic
Salah satu hal paling mengejutkan terkait makanan di kapal Titanic adalah kualitas hidangan untuk penumpang kelas tiga.
Berbeda dengan banyak kapal pada masa itu, White Star Line memasukkan biaya makan ke dalam harga tiket serta menyediakan ruang makan khusus bagi para imigran dan penumpang dari kalangan pekerja. Jadi, mereka tidak perlu bawa bekal sendiri.
Menu sarapan yang umum disajikan seperti bubur havermut, ham dan telur, roti segar, serta selai jeruk (marmalade). Untuk makan malam bisa berupa daging sapi panggang dengan saus gravy, kentang rebus, jagung manis, dan puding plum.
Meskipun lebih sederhana dibandingkan menu untuk penumpang kelas atas, hidangan tersebut mengenyangkan, bergizi, dan dinilai sangat memadai untuk ukuran masa itu.
Kesibukan Dapur Kapal titanic
Foto: Times of India |
Menyiapkan makanan bagi lebih dari 2.200 penumpang dan awak kapal menuntut operasi kuliner yang luar biasa.
Berdasarkan catatan White Star Line yang disimpan oleh para sejarawan maritim, departemen kuliner Titanic menempati hampir seluruh lebar kapal serta dilengkapi dengan dapur, ruang pembuatan roti, ruang penyimpanan bahan makanan, dan ruang pencucian peralatan yang sangat besar.
Dapur utamanya memiliki dua kompor raksasa dengan 19 oven, termasuk yang terbesar yang pernah dipasang di kapal penumpang pada masa itu.
Fasilitas terpisah disediakan untuk penumpang kelas satu dan kelas dua, sementara penumpang kelas tiga memiliki dapur serta ruang makan khusus tersendiri.
(adr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN