Meskipun enak dan bikinnya gampang, makanan yang digoreng punya banyak mitos yang sering kali dipercaya. Namun, menurut pakar, tidak semua mitos itu benar.
Gorengan menjadi salah satu olahan atau metode masak yang disukai banyak orang. Proses masaknya dimulai dengan memasukkan makanan ke dalam minyak panas, lalu ditunggu sampai makanan berubah menjadi kering dan garing.
Olahan ini menghasilkan makanan dengan tekstur renyah di luar. Selain itu, minyak goreng mampu mengikat bumbu serta rasa sedap makanan dengan sangat baik, sehingga sensasinya makin nikmat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, banyak mitos beredar terkait makanan yang digoreng. Mulai dari mitos soal teknik menggoreng, jenis-jenis minyak yang dipakai, hingga mitos terkait minyak goreng yang harus dibuang setelah sekali pakai.
Mitos-mitos tersebut sebenarnya tidak perlu dipercaya. Matthew Cutolo, Executive Pastry Chef di Gargiulo's dan Dale Talde, Executive Chef membagikan kiat mereka tentang cara meggoreng makanan di rumah dan mitos apa saja yang seharusnya berhenti dipercaya.
Dilansir dari thedailymeal.com (21/7), berikut penjelasannya!
1. Makanan yang digoreng selalu berminyak
Makanan yang digoreng tidak selalau terlalu berminyak.Foto: Getty Images |
Banyak yang beranggapan jika makanan yang digoreng selalu berlumuran dengan banyak minyak ketika disentuh. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar.
Matthew Cutolo menjelaskan bahwa makanan yang digoreng dengan benar seharusnya tidak terasa berminyak sama sekali. Jika terasa berminyak, biasanya karena minyaknya terlalu dingin, panci atau wajan terlalu penuh, atau makanan tidak ditiriskan dengan benar setelah digoreng.
Ia juga menambahkan bahwa ketika seseorang menguasai teknik tepat, maka gorengan menghasilkan tekstur luar yang renyah dan ringan, bukan yang dilapisi dengan banyak minyak.
Ahli Talde juga setuju jika teknik, suhu, dan bahan yang tepat akan membuat makanan tidak terlalu berminyak.
2. Semakin panas minyak, semakin bagus hasil gorengannya
Cara terbaik mempertahankan suhu minyak. Foto: Freepik |
Mitos mengungkap minyak yang semakin panas menghasilkan gorengan semakin sempurna. Memang benar jika suhu rendah bisa menghasilkan makanan lembek, tetapi bukan berarti harus menggunakan minyak yang panasnya berlebihan.
Matthew Cutolo mengakui bahwa ini salah satu keyakinan yang banyak orang keliru. Kenyataannya, salah satu kunci penting yaitu dengan mengontrol suhu minyak.
"Minyak yang terlalu panas akan membakar bagian luar sebelum bagian dalamnya matang sepenuhnya," ujar Matthew.
Cara terbaik yaitu mempertahankan suhu pada titik ideal, antara 176 - 190 Celcius. Pada suhu ini kemungkinan besar makanan akan memiliki lapisan renyah keemasan dengan bagian dalam yang matang merata.
3. Mengisi wajan terlalu penuh tidak memengaruhi rasa dan tekstur
Mengisi terlalu banyak wajan dengan gorengan akan memengaruhi rasa dan teksturnya. Foto: iStock |
Mitos ini juga tidak benar. Faktanya, setiap kali makanan dimasukkan ke wajan, suhu minyak akan turun. Pada gilirannya memengaruhi segalanya, mulai dari waktu memasak hingga rasa dan tekstur.
Matthew Cutolo mengatakan bahwa ini adalah kesalahan terbesar yang sering ia lihat. Ia memperingatkan teknik menggoreng yang baik bukan hanya tentang kecepatan, tetapi tentang menjaga suhu minyak tetap stabil.
Memasukkan banyak makanan ke dalam wajan tidak hanya menurunkan suhu, melainkan juga menyebabkan uap terperangkap di antara potongan makanan. Alhasil menciptakan kelembapan berlebihan dan membuat makanan menjadi lembek.
4. Semua jenis minyak cocok untuk menggoreng
Memang tidak ada aturan baku terkait penggunaan jenis minyak, tetapi beberapa minyak memang tidak cocok dengan jenis makanan tertentu. Minyak yang memiliki aroma dan rasa bisa menjadi terlalu kuat ketika dipakai untuk menggoreng makanan.
Saat memilih minyak goreng, ahli King Arthur Baking merekomendasikan penggunaan minyak olahan yang netral dan tahan terhadap suhu penggorengan. Ia merekomendasikan minyak canola yang menurutnya sangat cocok karena titik asapnya tinggi.
5. Minyak goreng harus langsung dibuang usai sekali dipakai
Dulu otoritas kesehatan menyarankan untuk tidak menggunakan kembali minyak goreng. Namun, ilmu yang berkembang membuat saran tersebut berubah.
Kini minyak goreng bisa digunakan kembali asalkan dengan bijak. Matthew Cutolo menjelaskan jika setelah menggoreng, minyak bisa dibiarkan dingin terlebih dahulu. Lalu saring untuk menghilangkan sisa-sisa makanan sebelum menyimpannya dalam wadah tertutup.
Tidak ada aturan baku terkait berapa kali minyak goreng boleh digunakan kembali. Namun, itu tergatung dari proses pengolahannya.
"Jika Anda menyaringnya, menyimpannya dengan benar, dan tidak memanaskannya terlalu tinggi, biasanya Anda dapat menggunakannya kembali beberapa kali," ujar Matthew Cutolo.
Namun, ketika minyak sudah berbau gosong, minyak berasap pada suhu penggorengan normal, ada suhu berlebihan, atau teksturnya kental, seperti sirup sebaiknya minyak dibuang.
Di sisi lain, Dale Talde menyarankan untuk tidak menggunakan kembali minyak lebih dari lima kali. Namun, ia menambahkan kalau hal tersebut tergantung pada jenis makanan yang digoreng juga.
Simak Video "Video Catatan Ahli Gizi untuk Makan Bergizi Gratis: Jangan Endorse Gorengan"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN