Pesan Seafood Mewah, 6 Pelanggan Nekat Kabur Tak Bayar Rp15 Juta!

Pesan Seafood Mewah, 6 Pelanggan Nekat Kabur Tak Bayar Rp15 Juta!

Diah Afrilian - detikFood
Senin, 03 Agu 2026 13:00 WIB
Pesan Seafood Mewah, 6 Pelanggan Nekat Kabur Tak Bayar Rp15 Juta!
Foto: Getty Images/bmanzurova
Jakarta -

Aksi kabur usai makan terjadi di sebuah restoran seafood. Sekelompok pelanggan meninggalkan tagihan seafood bernilai belasan juta rupiah hingga polisi turun tangan.

Restoran selalu mengandalkan kepercayaan para pelanggan dan pelayan. Namun, kepercayaan tersebut bisa runtuh akibat ulah segelintir orang.

Salah satu kasus terbaru bahkan membuat sebuah restoran seafood mengalami kerugian besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari The Times, (3/8/2026), sebuah restoran seafood di Devon, Inggris, menjadi korban aksi dine and dash. Istilah itu merujuk pada pelanggan yang pergi tanpa membayar makanan yang telah disantap.

ADVERTISEMENT
Pesan Seafood Mewah, 6 Pelanggan Nekat Kabur Tak Bayar Rp15 Juta!Sebuah restoran di Devon, Inggris laporan kerugian gegara sekelompok pelanggan. Foto: Getty Images/bmanzurova

Kasus tersebut terjadi di Oyster Shack, restoran yang berada di kawasan Bigbury. Awalnya, enam orang datang bersama dan memesan berbagai hidangan premium dengan nilai cukup fantastis.

Menurut pemilik restoran, Kieron Vanstone, rombongan terdiri dari tiga pria dan tiga wanita. Mereka datang setelah melakukan reservasi lewat telepon tanpa meninggalkan identitas lengkap.

Sesampainya di restoran, mereka langsung memesan menu-menu termahal. Ada empat lobster seharga £66 (setara Rp1,5 juta) per ekor serta satu platter seafood mewah senilai £120 (setara Rp2,9 juta).

Selain itu, mereka juga menikmati berbagai hidangan laut lainnya. Total tagihan yang terkumpul mencapai £631,35 atau sekitar Rp 15,3 jutaan.

Pesan Seafood Mewah, 6 Pelanggan Nekat Kabur Tak Bayar Rp15 Juta!Tagihan sebanyak Rp15 juta ditinggalkan begitu saja tanpa dibayar sepeser pun. Foto: Getty Images/bmanzurova

Usai menyantap seluruh makanan, para pelanggan itu tidak langsung pergi bersama. Mereka keluar restoran satu per satu agar tidak menimbulkan kecurigaan staf.

Saat pelayan menyadari meja telah kosong, seluruh rombongan sudah menghilang. Tagihan pun belum dibayar sama sekali sehingga restoran mengalami kerugian besar.

Keesokan harinya, pihak restoran mencoba menghubungi nomor telepon yang digunakan saat reservasi. Orang tersebut sempat menjawab dan mengaku sedang berada di gereja.

Mereka berjanji akan menghubungi kembali setelah selesai beribadah. Namun setelah itu, seluruh panggilan dari pihak restoran tidak pernah lagi direspons.

Polisi Devon dan Cornwall membenarkan telah menerima laporan tersebut. Hingga kini, petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi para pelaku.



(dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads