Tren Diet Ekstrem! Minum Teh Campur Obat Pencahar Berujung Bahaya

Tren Diet Ekstrem! Minum Teh Campur Obat Pencahar Berujung Bahaya

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 29 Jul 2026 09:00 WIB
Tren Diet Ekstrem! Minum Teh Campur Obat Pencahar Berujung Bahaya
Foto: Ilustrasi iStock
Jakarta -

Tren diet ekstrem kembali ramai di media sosial China. Sejumlah kreator konten mempopulerkan cara menurunkan berat badan dengan mencampurkan obat pencahar ke dalam teh!

Banyak tren diet ekstrem populer di China. Salah satunya tren minum teh dengan mencampurkan cairan enema gliserin, sejenis obat pencahar yang hanya diperuntukkan bagi penggunaan luar di lubang anus, ke dalam teh tanpa gula.

Metode tersebut diklaim mampu menurunkan berat badan hingga 4 kilogram dalam dua hari, tetapi justru membuat banyak orang dilarikan ke rumah sakit.

Dilansir dari South China Morning Post (28/07/2026), para konten kreator memperlihatkan cara menuangkan cairan enema gliserin ke dalam botol teh tanpa gula, lalu mengocok dan meminumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tren Diet Ekstrem! Minum Teh Campur Obat Pencahar Berujung BahayaTren Diet Ekstrem! Minum Teh Campur Obat Pencahar Berujung Bahaya Foto: Ilustrasi iStock

Berat badan memang tampak turun karena frekuensi buang air besar meningkat, tapi sejumlah orang mengalami efek samping yang serius.

Salah satunya dialami seorang perempuan bermarga Ma. Ia mengaku sempat mencoba campuran tersebut karena penasaran dengan klaim yang beredar di media sosial. Awalnya minuman itu terasa sedikit manis, tetapi sekitar 30 menit kemudian ia merasakan sakit yang hebat.

ADVERTISEMENT

"Saya mencoba mengurangi rasa sakit dengan minum air hangat. Beberapa jam kemudian saya mengalami diare dan muntah berulang kali," ujar Ma. Ia juga mengatakan harus bolak-balik ke toilet setiap satu jam sehingga tidak bisa tidur semalaman.

Tren Diet Ekstrem! Minum Teh Campur Obat Pencahar Berujung BahayaTren Diet Ekstrem! Minum Teh Campur Obat Pencahar Berujung Bahaya Foto: Ilustrasi iStock

Sebuah rumah sakit besar di Provinsi Henan mengungkapkan bahwa mereka sudah menerima banyak pasien gawat darurat akibat mengikuti tren diet tersebut.

Melalui media sosial, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa teh tanpa gula mengandung teofilin, polifenol, dan asam tanat yang dapat memicu diare maupun sakit perut, terutama pada orang dengan lambung sensitif atau yang belum makan.

Pihak rumah sakit juga memperingatkan bahwa mencampurkan enema gliserin yang biasanya digunakan untuk mengatasi sembelit, ke dalam teh akan memperkuat efek pencahar.

"Jika gliserin enema ditambahkan, efek pencaharnya menjadi dua kali lipat. Ini merupakan pukulan ganda bagi sistem pencernaan," tulis pihak rumah sakit.

Mereka menjelaskan bahwa enema gliserin hanya untuk penggunaan luar dan tidak boleh diminum karena tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan manfaatnya untuk menurunkan berat badan.

Ahli gizi dari Chongqing Women's and Children's Hospital, Sun Hailan, mengatakan konsumsi enema gliserin secara oral dapat menyebabkan gangguan elektrolit dan merusak lapisan usus.

"Kalaupun berat badan turun, yang hilang bukan lemak, melainkan tinja dan banyak cairan tubuh. Setelah kebutuhan cairan terpenuhi kembali, berat badan akan naik lagi dalam waktu singkat. Cara ini tidak efektif untuk menurunkan berat badan," pungkasnya.



(sob/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads