Dokter di Cianjur punya cara unik membantu pasien yang kesulitan bayar biaya berobat. Biaya berobat bisa diganti dengan hasil bumi hingga masakan rumahan.
Bagi sebagian orang, biaya pengobatan bisa menjadi beban ketika kondisi ekonomi sedang sulit.
Melihat hal itu, seorang dokter di Cianjur, Jawa Barat, menghadirkan cara berbeda agar pasien tetap bisa mendapat layanan kesehatan.
Pasien yang datang bisa membayar biaya berobat dengan hasil panen, makanan rumahan, hingga doa. Cara ini menjadi bentuk gotong royong sekaligus upaya membantu warga yang membutuhkan.
Di balik kebiasaan tersebut, ada kisah panjang tentang kepedulian sang dokter melihat kondisi pasien di lapangan. Berikut kisah inspiratifnya:
1. Berawal dari Melihat Pasien Kesulitan Biaya Berobat
Adalah Yusuf Nugraha, seorang dokter di Cianjur, Jawa Barat, yang menerima pembayaran berupa makanan untuk biaya berobat masyarakat.
Ide tersebut datang, setelah dr. Yusuf melihat masih ada masyarakat kesulitan mengakses layanan kesehatan. Menurutnya, meski program BPJS membantu banyak orang, masih ada kelompok yang membutuhkan dukungan medis.
"Di lapangan masih ada masyarakat yang belum terselesaikan kebutuhannya. Jadi kita coba gotong royong membantu mereka," ujar dr. Yusuf kepada detikFood (22/7).
dr Yusuf sendiri membuka praktek di Klinik Harapan Sehat di Cianjur. Klinik yang berdiri sejak 2008 itu kini sudah memiliki dua cabang.
2. Bayar Berobat dengan Makanan hingga Hasil Panen
Melalui konsep 'ijab qabul', pasien diberikan kesempatan membayar sesuai kemampuan. Mereka bisa membawa makanan rumahan, kue, buah, sayuran, hingga hasil kebun.
"Sebetulnya boleh apa pun juga, karena itu hanya syarat. Yang penting ada usaha terlebih dahulu," kata dr. Yusuf.
Menurutnya, konsep ini bukan sekadar memberi pengobatan gratis. Ada nilai edukasi agar pasien tetap berusaha dan merasa memiliki tanggung jawab.
Tak hanya makanan, barang lain seperti sampah plastik pun bisa menjadi bentuk pembayaran. Nantinya, sampah tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial.