Filtered coffee berbeda dari kopi yang diseduh dengan metode lain. Mulai dari cara ekstraksi, tekstur, rasa, konsentrasi, dan teknik seduh, semuanya beda!
Bagi pencinta kopi, metode seduh bukan sekadar cara untuk menghasilkan minuman berkafein. Teknik yang digunakan saat menyeduh kopi dapat memengaruhi bagaimana rasa dan aroma dari biji kopi muncul di dalam cangkir.
Salah satu metode yang cukup populer dalam dunia kopi spesialti adalah filtered coffee. Istilah ini merujuk pada kopi yang diseduh dengan cara mengalirkan air melewati bubuk kopi yang berada di dalam filter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode tersebut bisa dilakukan secara manual menggunakan alat seperti V60, Kalita Wave, dan Chemex, maupun secara otomatis dengan mesin drip coffee. Meski sama-sama menghasilkan kopi, karakter filtered coffee sangat berbeda dibandingkan kopi dengan menggunakan metode seduh lainnya.
Baca juga: Viral! Karyawan Restoran Ejek Pelanggan Disabilitas, Berujung PHK
Berikut ini 5 perbedaan filtered coffee dibanding seduhan lain:
Filtered coffee punya cara ekstraksi yang jauh berbeda dengan kopi lain seperti French press maupun espresso. Foto: Getty Images/iStockphoto/IsaEva |
1. Cara Ekstraksi
Perbedaan pertama terletak pada proses ekstraksinya. Pada filtered coffee, air panas dituangkan ke atas bubuk kopi dan kemudian melewati lapisan kopi sebelum menetes melalui filter menuju wadah.
Proses tersebut termasuk metode percolation, yaitu ekstraksi yang terjadi ketika air mengalir melewati bubuk kopi. Dalam penyeduhan manual seperti V60, barista dapat mengatur kecepatan dan pola tuangan air sehingga proses ekstraksi bisa dikontrol dengan lebih detail.
Hal ini berbeda dengan French Press yang menggunakan metode immersion atau merendam bubuk kopi. Sementara itu, espresso menggunakan tekanan untuk mendorong air panas melewati bubuk kopi yang digiling sangat halus.
2. Kandungan Minyak
Filtered coffee yang menggunakan filter kertas biasanya menghasilkan seduhan lebih jernih. Kertas filter dapat menahan sebagian besar partikel halus dan sebagian komponen minyak kopi sehingga tekstur minuman terasa lebih ringan dan bersih.
Sebaliknya, French Press menggunakan saringan logam sehingga lebih banyak minyak alami dan partikel halus kopi yang dapat masuk ke dalam cangkir. Hasilnya adalah kopi dengan tekstur yang lebih tebal dan rasa yang lebih full-bodied.
Perbedaan penggunaan filter ini juga menjadi perhatian dalam penelitian mengenai senyawa seperti cafestol dan kahweol. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa filter kertas dapat menahan sebagian besar senyawa tersebut dibandingkan metode penyeduhan tanpa penyaringan kertas.
3. Karakter Rasa dan Tekstur
Filtered coffee sering disukai karena menghasilkan cita rasa yang clean, ringan, dan jernih. Lebih sedikit minyak serta partikel yang tersisa dalam minuman, karakter tertentu dari biji kopi dapat terasa lebih jelas.
Karakter rasa seperti floral, fruity, citrus, hingga rasa manis alami pada kopi bisa lebih mudah dikenali. Alasan ini yang membuat metode filter menjadi pilihan untuk menikmati kopi single origin yang memiliki karakter rasa khas.
French Press memiliki kandungan minyak dan partikel kopi yang lebih banyak membuat teksturnya terasa lebih tebal dan kaya. Espresso juga memiliki karakter yang lebih intens dan pekat karena dibuat dengan rasio air yang lebih sedikit serta proses ekstraksi bertekanan.
Tingkat konsentrasi kopi yang dihasilkan juga berbeda, tergantung beberapa faktor selama penyeduhan. Foto: Getty Images/Sanlad |
4. Tingkat Konsentrasi
Filtered coffee umumnya disajikan dalam volume yang lebih besar dibandingkan espresso. Sebab menggunakan lebih banyak air, minuman yang dihasilkan cenderung memiliki konsentrasi yang lebih rendah daripada satu shot espresso.
Espresso disajikan dalam volume kecil dengan rasa yang sangat terkonsentrasi. Namun, perlu diingat bahwa konsentrasi dan jumlah kafein bukanlah hal yang sama.
Secangkir filtered coffee yang berukuran besar bisa saja mengandung total kafein lebih banyak daripada satu shot espress. Tergantung jenis biji, jumlah kopi yang digunakan, ukuran sajian, dan rasio air.
5. Hasil Akhir Seduhan
Perbedaan lainnya ada pada tingkat kontrol selama proses menyeduh. Filtered coffee manual, terutama metode pour over, memudahkan penyeduh untuk mengatur berbagai variabel.
Mulai dari ukuran gilingan kopi, suhu air, rasio kopi dan air, waktu penyeduhan, hingga kecepatan menuangkan air dapat memengaruhi hasil akhir. Pada metode French Press, proses penyeduhan cenderung lebih sederhana.
Sementara itu, espresso membutuhkan mesin dengan sistem tekanan dan pengaturan yang lebih presisi. Jika ingin menikmati karakter biji kopi secara lebih detail dan menyukai rasa yang clean, filtered coffee bisa menjadi pilihan.
Simak Video "Kuah Unik Soto Arab Betawi dan Pelepas Dahaga Glek & Go"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN