Tak Ada Pilihan, Penjual Makanan Ini Hentikan Pengobatan Kanker Demi Keluarga

Tak Ada Pilihan, Penjual Makanan Ini Hentikan Pengobatan Kanker Demi Keluarga

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 23 Jul 2026 15:30 WIB
kisah penjual makanan
Foto: kisah penjual makanan
Jakarta -

Perjuangan besar dilakukan oleh seorang pria Malaysia. Ia memberhentikan pengobatan kankernya demi jualan makanan untuk menghidupi keluarga.

Keterbatasan ekonomi membuat beberapa orang rela bekerja meski memiliki kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Itulah yang dilakukan oleh seorang pria asal Malaysia.

Ah Chong diketahui sedang berjuang melawan kanker sehingga dirinya melakukan pengobatan di rumah sakit. Namun, kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan membuat pria tersebut memutuskan untuk keluar rumah sakit tanpa persetujuan medis agar dapat bekerja untuk menghidupi keluarganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kondisi seperti ini, Ah Chong tetap kembali berjualan makanan di pinggir jalan. Menggunakan food truck atau truk makanan pribadi, pria ini menjual roti, kedelai, dan tahu fu fah yaitu hidangan pencuci mulut tradisional China berupa kembang tahu lembut, lapor worldofbuzz.com (23/7).

Jika dilihat dari unggahan foto, Ah Cheong menjual beberapa varian kedelai dan tahu fu fah, mulai dari yang original, pudding, soya bean, gui ling gao, peach gum, sampai guchuk ginkgo barley. Harganya juga variatif, dibanderol mulai dari RM 3.50 (Rp 15.349) sampai RM 5 (Rp 21.925).

ADVERTISEMENT

Di tengah berjualan, penjual Tau Fu Fah itu sempat meminta bantuan melakukan pemindaian CT untuk mengetahui diagnosa kankernya kepada aktivis sosial dan dermawan terkenal di Malaysia, yaitu Kuan Chee Heng atau dikenal dengan Uncle Kentang.

"Saya sudah memberi tahu dokter bahwa saya perlu dipulangkan karena anak-anak saya membutuhkan saya. Tetapi saya perlu tahu stadium kanker saya. Saya perlu pemindaian CT agar saya bisa mempersiapkan diri," ujar pria itu.

kisah penjual makananPenjual makanan ini mengidap kanker tetapi harus tetap berjualan makanan. Foto: kisah penjual makanan

Uncle Kentang mengungkap bahwa Ah Chong mungkin harus menunggu beberapa bulan untuk menjalani CT Scan di rumah sakit pemerintah karena antrean yang sangat panjang.

Mereka berusaha agar segera tahu diagnosa yang diderita Ah Chong. Pasalnya, Ah Chong punya istri dan putra berusia 13 tahun yang menderita penyakit mental sehingga sangat bergantung padanya.

"Ia perlu mengetahui stadium kankernya agar dapat merencanakan masa depan keluarganya," tulis unggahan tersebut.

Uncle kentang menyerukan warga Malaysia untuk membantu mengumpilkan RM 1.500 (Rp 6.578.631) atau lebih untuk biaya CT Scan Ah Chong. Kumpulan uang tersebut bisa mebawa Ah Chong diperika di Rumah Sakit Columbia atau rumah sakit swasta yang lebih memadai dan cepat.

kisah penjual makananBerikut daftar menu harga yang ditawarkan penjual tersebut. Foto: kisah penjual makanan

Ah Chong diketahui setiap hari bangun pukul 05.30 pagi untuk mengendarai truk makannya ke area Subang Jaya. Di sana ia mengambil pasokan roti, kedelai, dan tahu fu fah terlebih dahulu.

Lalu Ah Chong berjalan ke area Menara TRX untuk berjualan dari pukul 5 pagi sampai 10 pagi. Kemudian dia pindah ke Jalan Gasing, Petaling Jaya untuk berjualan sampai 5 sore.

"Saat dia sampai di rumah, biasanya sudah lewat jam 7 malam. Ini rutinitas hariannya meskipun mengidap kanker. Bahkan, setelah didiagnosis, dia langsung kembali bekerja," ujar Uncle Kentang.



(aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads