Bukan Cuma Pelengkap, Ini 5 Makna Banchan di Meja Makan Korea

Bukan Cuma Pelengkap, Ini 5 Makna Banchan di Meja Makan Korea

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 22 Jul 2026 16:30 WIB
Ilustrasi banchan lauk pauk sampingan Korea
Foto: Getty Images/whitewish
Jakarta -

Pencinta kuliner Korea pasti tak asing dengan banchan. Menu pelengkap yang selalu meramaikan meja pada waktu makan. Ternyata, banchan punya makna khusus lho!

Bagi pencinta kuliner Korea, pemandangan meja makan yang dipenuhi mangkuk-mangkuk kecil tentu sudah tidak asing lagi. Ada kimchi, sayuran berbumbu, acar, rumput laut, hingga berbagai lauk lainnya yang tersaji mengelilingi nasi dan hidangan utama.

Jumlahnya bisa begitu banyak hingga membuat meja makan terlihat penuh. Menariknya, aneka makanan tersebut bukan sekadar pemanis tampilan atau hidangan pembuka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam budaya makan Korea, lauk-lauk kecil ini dikenal sebagai banchan dan menjadi bagian penting dari pengalaman bersantap sehari-hari. Dilansir dari Times of India, (22/7/2026), penyajian banchan ternyata punya makna.

Berikut ini 5 alasan orang Korea menyajikan banyak lauk pelengkap:

Slices of yellow pickled daikon radish served on a plate. A healthy accompaniment to Japanese and Korean foods.Banchan atau menu pelengkap menjadi suatu keharusan di atas meja makan Korea. Foto: Getty Images/iStockphoto/sfe-co2

1. Untuk Rasa yang Seimbang

Salah satu alasan utama keluarga Korea menyajikan banyak banchan adalah untuk menciptakan keseimbangan rasa. Dalam tradisi kuliner Korea, nasi menjadi bagian utama yang kemudian ditemani sup atau kuah serta berbagai lauk pendamping.

ADVERTISEMENT

Setiap banchan biasanya memiliki karakter rasa yang berbeda. Ada yang pedas, asam, gurih, manis, hingga sedikit pahit.

Teksturnya pun beragam, mulai dari renyah, lembut, kenyal, sampai berair. Perbedaan tersebut membuat setiap suapan terasa berbeda meskipun disantap bersama makanan yang sama.

2. Tradisi dari Nenek Moyang

Tradisi banchan memiliki akar sejarah panjang dalam budaya makan Korea. Pada masa Dinasti Joseon, hidangan kerajaan dikenal memiliki banyak jenis makanan pendamping yang disajikan dalam satu jamuan.

Hidangan yang beragam pada masa itu menjadi bagian dari simbol keramahan, kemewahan, dan kehalusan dalam menjamu tamu. Seiring waktu, konsep tersebut berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan makan masyarakat luas.

Jumlah banchan yang disantap keluarga Korea sehari-hari tidak selalu sebanyak hidangan dalam jamuan kerajaan. Tetapi satu meja makan sebaiknya memiliki beberapa jenis makanan pendamping tetap bertahan hingga sekarang.

3. Kebiasaan Mengawetkan Makanan

Ada alasan praktis di balik keberadaan banyak banchan. Sebelum teknologi pendingin makanan berkembang seperti sekarang, masyarakat Korea harus menemukan cara untuk menyimpan bahan makanan agar dapat bertahan lebih lama.

Teknik fermentasi dan pengawetan kemudian berkembang menjadi bagian penting dalam tradisi kuliner Korea. Kimchi menjadi salah satu contoh paling terkenal dari tradisi tersebut.

Namun, banchan tidak hanya terbatas pada kimchi. Berbagai jenis sayuran berbumbu, acar, rumput laut, tahu, kacang-kacangan, hingga ikan teri juga dapat ditemukan sebagai lauk pendamping.

Slices of yellow pickled daikon radish served on a plate. A healthy accompaniment to Japanese and Korean foods.Ternyata banchan tak hanya disajikan sebagai pelengkap, melainkan memiliki makna khusus. Foto: Getty Images/iStockphoto/sfe-co2

4. Budaya Berbagi Makanan

Banchan juga mencerminkan budaya makan bersama dalam keluarga Korea. Berbeda dari makanan yang seluruh porsinya disajikan secara individual, banyak banchan ditempatkan di tengah meja untuk dinikmati bersama.

Setiap orang dapat mengambil sedikit lauk sesuai selera dan memadukannya dengan nasi atau makanan lain di piring masing-masing. Konsep tersebut juga membuat makanan terasa lebih interaktif.

Anggota keluarga tidak hanya menyantap satu hidangan yang sama, tetapi dapat mencoba berbagai kombinasi rasa dari makanan yang tersedia. Makanan pun menjadi bagian dari aktivitas sosial, bukan sekadar kebutuhan untuk mengenyangkan perut.

5. Menyesuaikan Persediaan Bahan Makanan

Keberagaman banchan juga memungkinkan keluarga Korea memanfaatkan bahan makanan yang sedang tersedia. Jenis sayuran dan bahan yang digunakan dapat berubah mengikuti musim maupun daerah asal keluarga.

Sebagian besar banchan disajikan dalam porsi kecil, satu meja makan dapat menampung berbagai jenis bahan sekaligus. Cara ini memungkinkan keluarga menikmati sayuran, protein, dan makanan fermentasi dalam satu waktu.

Tradisi tersebut juga membuat resep banchan berkembang sangat beragam. Setiap keluarga dapat memiliki versi dan racikan sendiri, baik dalam penggunaan bumbu maupun cara pengolahannya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video K-Talk: Dinamika Ahn Sung Jae 'Culinary Wars' Temukan Jalannya Sebagai Chef"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads