4 Metode Masak Kuno Ini Masih Dipakai sampai Sekarang

4 Metode Masak Kuno Ini Masih Dipakai sampai Sekarang

Diah Afrilian - detikFood
Rabu, 22 Jul 2026 16:00 WIB
4 Metode Masak Kuno Ini Masih Dipakai sampai Sekarang
Foto: MICHELIN Guide
Jakarta -

Tidak hanya resep warisan, ternyata teknik memasak kuno juga diwariskan. MICHELIN Guide mencatat beberapa cara masak kuno yang masih digunakan hingga kini.

Memasak merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia. Jauh sebelum dapur modern dilengkapi kompor, oven listrik, hingga berbagai peralatan canggih, manusia telah menemukan beragam cara untuk mengolah makanan.

Manusia di masa lampau tentunya memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya dengan maksimal. Termasuk untuk memasak makanan mereka sebelum dikonsumsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, sejumlah teknik kuno tersebut masih bertahan hingga sekarang. Dilansir dari MICHELIN Guide, (22/7/2026) sebagian diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat yang telah menggunakannya selama berabad-abad.

Berikut ini 4 metode memasak kuno yang masih digunakan hingga kini:

1. Mengandalkan Panas Mata Air

Di Islandia yang memiliki iklim dingin, sumber panas alami dari mata air panas telah dimanfaatkan untuk memasak sejak abad Pertengahan. Berbeda dengan api dari kayu, panas bumi dari mata air cenderung lebih lembut.

ADVERTISEMENT

Sehingga suhunya cocok digunakan untuk memasak makanan secara perlahan. Salah satu makanan yang dibuat menggunakan teknik ini adalah roti gandum hitam atau rye bread.

Adonan tersebut dibiarkan selama sekitar 24 jam dan matang perlahan melalui panas alami bumi. Hasilnya adalah roti yang lembap, mudah hancur, dan memiliki tekstur menyerupai kue.

4 Metode Masak Kuno Ini Masih Dipakai sampai SekarangSejak masa lampau, manusia sudah memanfaatkan sumber daya alam untuk memasak makanannya. Foto: MICHELIN Guide

2. Menggunakan Oven Tanah

Lubang di dalam tanah mungkin terdengar seperti tempat yang tidak biasa untuk memasak makanan. Namun, oven tanah atau earth oven justru menjadi salah satu metode memasak yang ditemukan di berbagai kebudayaan kuno.

Sebuah lubang dibuat di tanah untuk menahan dan mempertahankan panas. Makanan kemudian dimasak menggunakan panas yang terperangkap di dalamnya.

Metode serupa ditemukan dalam berbagai kebudayaan, mulai dari masyarakat Maori di Selandia Baru hingga suku Bedouin di kawasan Semenanjung Arab. Perkembangan tersebut diyakini turut menjadi cikal bakal oven tandoor yang dikenal di India Utara, Asia Tengah, dan sejumlah wilayah Timur Tengah.

3. Memanggang dalam Abu Panas

Bagi masyarakat Aborigin Australia, abu panas telah menjadi bagian dari metode memasak tradisional selama ribuan tahun. Salah satu makanan yang dibuat dengan cara ini adalah roti dari biji-bijian.

Adonan roti diletakkan atau dikubur di dalam abu panas berwarna hitam dan abu-abu hingga matang. Setelah proses memasak selesai, abu yang menempel pada permukaan roti cukup disingkirkan sebelum makanan disantap.

Pemilihan kayu yang digunakan untuk menghasilkan bara juga menjadi bagian penting dari teknik ini. Jenis kayu seperti wattle digunakan agar tidak memberikan rasa yang kurang sedap pada makanan.

4 Metode Masak Kuno Ini Masih Dipakai sampai SekarangBahkan ada oven tanah yang menjadi cikal bakal oven tandoor di era sekarang. Foto: MICHELIN Guide

4. Merebus dengan Batu Panas

Metode memasak lainnya yang tak kalah unik adalah merebus menggunakan batu yang dipanaskan. Teknik ini telah dikenal setidaknya sejak 4.000 tahun lalu, bertepatan dengan periode berkembangnya pertanian dan peternakan.

Batu terlebih dahulu dipanaskan di dalam perapian hingga mencapai suhu tinggi. Setelah itu, batu dipindahkan ke dalam wadah berisi air untuk menaikkan suhunya secara perlahan hingga makanan dapat dimasak.

Dibandingkan memasak langsung di atas api, teknik ini menghasilkan panas yang lebih lembut. Tetapi batu yang digunakan juga harus dipastikan mampu menghantarkan panas dengan baik dan tak mudah retak.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video K-Talk: Dinamika Ahn Sung Jae 'Culinary Wars' Temukan Jalannya Sebagai Chef"
[Gambas:Video 20detik] (dfl/adr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads