Piala Dunia tak hanya menjadi ajang yang menyatukan penggemar sepak bola, tetapi juga mendongkrak bisnis kuliner di Hong Kong. Bahkan ada yang menghasilkan omzet Rp 1,14 triliun!
Selama turnamen Piala Dunia 2026, restoran, gerai minuman, dan penjual camilan di Hong Kong memanfaatkan antusiasme penonton dengan menghadirkan berbagai makanan untuk menemani acara nonton bareng. Strategi tersebut terbukti berdampak positif terhadap pendapatan sektor kuliner setempat.
Dilansir dari South China Morning Post (21/07/2026), Presiden Hong Kong Federation of Restaurants and Related Trades, Simon Wong Ka-wo, memperkirakan industri katering di Hong Kong memperoleh tambahan pendapatan sekitar HK$500 juta (Rp 1,14 triliun) selama periode 30 Juni hingga 20 Juli 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Piala Dunia 2026 Bikin Restoran di Hong Kong Cuan, Omzet Rp 1,14 Triliun! Foto: SCMP |
Restoran dim sum tradisional menjadi salah satu yang menikmati lonjakan pelanggan saat musim Piala Dunia 2026. Sejumlah pusat perbelanjaan yang menggelar acara nonton bersama dan layar lebar juga menghadirkan stan makanan dan minuman, mulai dari bubble tea, kopi, camilan, hingga layanan antar dim sum langsung ke area menonton.
Bahkan, jaringan supermarket ParknShop buka selama 24 jam untuk menjual minuman, buah, dan makanan ringan kepada para penonton.
Berbagai promo juga ditawarkan untuk menarik pembeli, seperti program makanan atau minuman beli tiga gratis satu. Sementara itu, sejumlah pengunjung memilih memesan makanan secara online agar bisa menikmati hidangan tanpa meninggalkan lokasi nonton bersama.
"Keputusan untuk terus berjualan selama Piala Dunia memang sepadan," ujar Man, selaku manajer gerai Nap Tea cabang Tuen Mun.
Ia menambahkan bahwa acara nobar Piala Dunia juga membantu memperkenalkan gerai tehnya kepada warga sekitar yang sebelumnya belum pernah datang.
Piala Dunia 2026 Bikin Restoran di Hong Kong Cuan, Omzet Rp 1,14 Triliun! Foto: SCMP |
"Kami menjadi seperti teman lama di lingkungan ini," katanya.
Simon Wong menilai restoran perlu terus menghadirkan konsep baru untuk menarik pelanggan meski Piala Dunia 2026 sudah berakhir.
"Restoran membutuhkan konsep baru dalam operasional untuk menarik pelanggan baru. Untuk pertandingan olahraga penting berikutnya, restoran dapat menggelar berbagai aktivitas dan memberikan potongan harga agar lebih menarik," ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Hong Kong, Rosanna Law Shuk-pui, menyebut siaran langsung pertandingan Piala Dunia 2026 di restoran dim sum sebagai contoh strategi kreatif yang berhasil untuk menarik pengunjung.
"Awalnya saya mengira menonton pertandingan bola di restoran dim sum terasa kurang cocok, tetapi ternyata hal itu bisa dilakukan," ujarnya. Ia menambahkan bahwa pelaku usaha kuliner perlu memanfaatkan kekuatan masing-masing untuk menciptakan peluang bisnis baru.



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN