Selain es Americano atau latte, banyak kafe menawarkan menu frappuccino yang dikenal punya cita rasa lebih manis. Namun, apakah minuman ini juga terbuat dari bahan dasar kopi?
Penikmat kopi mungkin punya preferensi masing-masing terkait racikan kopi yang disukai. Sebagian orang mungkin lebih suka kopi pahit pekat atau semacam racikan es americano. Sebagian lain lebih suka dengan kopi lebih lembut yang biasa hadir di menu latte.
Namun, ada juga yang menyukai kopi cenderung manis, dingin, dan lezat. Salah satu pilihan umum adalah menu frappe atau frappuccino.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi sebagian orang, minuman ini mungkin membingungkan karena rasa manisnya melebihi rasa kopi.
Lantas, sebenarnya frappuccino terbuat dari bahan apa saja? Berikut penjelasannya seperti dilansir dari cafely.com (18/07/2026).
1. Asal usul frpaccuccino
Frappuccino asalnya memang memadukan kopi, es batu, dengan susu atau whipped cream. Foto: iStock |
Nama frappuccino juga berasal dari kata 'frappe' yang digunakan orang Amerika Serikat bagian timur, untuk menyebut minuman dingin terbuat dari kopi atau susu diblender es.
Lalu, minuman ini diperkenalkan pada tahun 1995 oleh jaringan coffee shop populer Starbucks. Awalnya minuman ini dibuat menggunakan mesin blender untuk menghaluskan es batu lalu dicampur bersama bahan kopi dan bahan lainnya.
Seiring waktu, frappuccino menjadi salah satu produk andalan Starbucks dan akhirnya banyak kafe atau coffee shop lain mengikuti tren ini dengan memasukkan frappuccino dalam menu.
2. Racikan frappuccino
Kopi yang dipakai untuk frappuccino juga bisa tergantung dari kafe atau coffee shopnya. Foto: Istimewa |
Secara tradisional, frappuccino Yunani atau Greek frappuccino terbuat dari campuran kopi instan, air, gula, dan mungkin susu yang kemudian diblender sampai halus dan tercampur merata.
Dalam budaya kafe modern, frappuccino merujuk pada minuman yang terdiri dari kopi, es, dan tambahan bahan lainnya, seperti susu, sirup, serta whipped cream. Biasanya punya tekstur yang creamy dan rasa manis menyegarkan.
Meskipun frappuccino umumnya terbuat dari kopi, tetapi bahan dasarnya tergantung resep dari coffee shop tersebut.
Beberapa mungkin dibuat menggunakan kopi instan, espresso standar, atau hanya menambah sirup perasa kopi.
3. Kandungan kafein pada frappuccino
Sebagian besar frappuccino berbahan dasar kopi. Artinya minuman tersebut tentu mengandung kafein yang dibutuhkan sebagian orang.
Kandungan kafein ini sebenarnya tergantung dari jenis kopi dan seberapa banyak kopi yang digunakan dalam minuman tersebut.
Jika frappuccino dibuat dengan sesendok kecil kopi instan, maka kandungan kafeinnya akan sangat sedikit. Tetapi jika menggunakan dua shot espresso, bisa jadi kandungan kafeinnya mencapai 126 hingga 150 mg kafein.
Sebagai contoh frappuccino Starbucks mengandung kafein sekitar 60 hingga 130 mg. Sedangkan frappuccino di Dunkin's Donuts bisa menawarkan kafein lebih besar karena pakai kopi lebih banyak, sekitar 422 mg kafein.
Di sisi lain, beberapa frappuccino justru mengandung sedikit kafein karena kopinya hanya ditambah untuk memberikan cita rasa, bukan untuk memberikan dorongan kafein asli.
4. Frappuccino bisa terbuat dari bahan selain kopi
Frappuccino bisa dibuat menggunakan bahan lain selain kopi. Foto: iStock |
Meskipun konsep awalnya menggunakan campuran kopi dan es batu, tetapi seiring waktu minuman ini bisa dikreasikan dengan bahan apa pun.
Bahkan, kehadiran Frappuccino juga menjadi simbol minuman dingin modern dengan berbagai variasi rasa yang bisa disesuaikan selera.
Beberapa kafe atau coffee shop menawarkan frappuccino berbahan dasar storberi, cokelat, cokelat putih, sampai bubuk matcha. Bahan utama tersebut lalu dicampur dengan susu, es, sirup perasa, dan whipped cream, lalu diblender sampai halus.
5. Manfaat dan dampak frappuccino
Minum segelas frappuccino tidak hanya memberikan sensasi nikmat dan menyegarkan, tetapi juga menawarkan sejumlah manfaat, terutama jika dibuat dari bahan dasar kopi.
Frappuccino bisa memberikan dorongan energi untuk memulai aktivitas sehari-hari karena kandungan kafein di dalamnya.
Frappuccino dari kopi juga menawarkan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Bahan dasar susu juga memberikan asupan kalsium dan protein yang baik untuk tulang.
Namun, minuman ini tetap harus dibatasi asupannya. Penambahan sirup, saus, dan whipped cream membuat minuman ini padat kalori, sekitar 300-500 kalori per gelas.
Konsumsi secara rutin bisa memicu lonjakan gula darah dan kenaikan berat badan.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/sob)




KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN